ragam

Efisiensi Anggaran Dinilai Ganggu Pelatnas, KOI Minta Dukungan Pemerintah

Sabtu, 9 Mei 2026 | 23:48 WIB
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat membuka Rapat Anggota Tahunan di Senayan, Jakarta, 9 Mei 2026. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Ketua Umum Raja Sapta Oktohari melontarkan pernyataan tegas soal kondisi olahraga nasional yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.

Menurutnya, persoalan anggaran dan efisiensi pembiayaan menjadi tantangan utama yang kini dihadapi dunia olahraga Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Okto saat membuka Rapat Anggota Tahunan KOI 2026 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Baca Juga: Dhaarma Raj Antar Hoki Indonesia Bersinar di Asia

"Saya katakan olahraga Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Betul enggak? Terutama masalah duit," ujar Okto di hadapan pengurus cabang olahraga nasional, KONI, dan Menteri Pemuda dan Olahraga.

Okto menyoroti dampak efisiensi anggaran terhadap program pelatnas dan persiapan sejumlah cabang olahraga menuju Asian Games 2026.

Menurutnya, kebutuhan atlet untuk menjalani training camp dan try out di luar negeri tidak bisa dipandang sebagai perjalanan dinas biasa.

Baca Juga: The Game Changer Award Jadi Bentuk Apresiasi untuk Olahraga Indonesia

"Tidak benar kalau atlet berangkat ke luar negeri dibilang perjalanan dinas. Ngawur! Yang namanya perjalanan dinas itu berlaku untuk orang kementerian," tegasnya.

Ia menilai keberangkatan atlet dan ofisial ke luar negeri merupakan bagian penting dari proses peningkatan performa dan persiapan kompetisi internasional.

"Kalau atlet maupun official berangkat ke luar negeri untuk training center atau try out, itu tidak bisa disamakan dengan perjalanan dinas," lanjut Okto.

Baca Juga: Tampil Apik di Gim 3, Victor Wembanyama Samai Rekor Shaq dan Kareem

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena beberapa cabang olahraga disebut mulai terdampak pengurangan anggaran. Persiapan menuju Asian Games 2026 dinilai rawan terganggu apabila dukungan pembiayaan tidak segera diperkuat.

Okto pun mengajak seluruh federasi olahraga untuk bersatu menyuarakan kepentingan atlet Indonesia.

Ia menegaskan KOI siap membantu pemerintah, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga, untuk memperjuangkan dukungan terhadap olahraga nasional.

Baca Juga: Brunson Bersinar, Knicks Tinggal Selangkah ke Final Timur

"Kalau Pak Menteri butuh, kita bisa menyuarakan melalui 72 cabang olahraga yang ada di seluruh Indonesia," katanya.

Menurut Okto, perjuangan utama seluruh insan olahraga harus tetap berfokus pada masa depan atlet dan keberlanjutan prestasi Indonesia di level internasional.

"Kita di sini berkumpul untuk basa-basi atau untuk berjuang? Jangan ragu-ragu. Suara Anda adalah kepentingan para atlet Indonesia dan para pengurus olahraga Indonesia," ucapnya kemudian.

Baca Juga: Kericuhan di Jayapura Pecah, PSSI Ingatkan Indonesia Masih Dalam Pengawasan Ketat FIFA

Menanggapi hal tersebut, Erick Thohir memastikan komitmen pemerintah terhadap olahraga nasional tetap kuat. Erick meminta seluruh stakeholder tidak meragukan dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap pembangunan olahraga Indonesia.

"Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan komitmen Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional," kata Erick.

Erick menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran agar lebih tepat sasaran, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pembinaan atlet yang bersifat berjenjang.

Baca Juga: El Clasico Barcelona Vs Real Madrid di Matchday ke-35 Jadi Penentu Gelar LaLiga

"Untuk pengiriman ke Asian Games 2026 sudah aman. Saat ini kami juga mengajukan skema pelatnas jangka panjang kepada Menteri Keuangan, sesuai arahan Presiden" jelas Erick yang juga IOC Member satu-satunya dari Indonesia tersebut. 

"Karena pembinaan tidak hanya untuk satu event, tapi berkelanjutan, mulai dari jangka pendek, menengah hingga Olimpiade."

Selain itu, Erick mengatakan bahwa pemerintah saat ini juga tengah melakukan penataan sistem olahraga nasional melalui berbagai kerja sama lintas kementerian.

Baca Juga: Peringkat 14 Dunia Bukan Jaminan, Hector Souto Soroti Lemahnya Sistem Kompetisi Futsal Nasional

Langkah tersebut mencakup penguatan akademi olahraga, program beasiswa atlet, hingga deregulasi aturan olahraga nasional.

Selain itu, Erick menyebut Indonesia juga tengah mendorong pengembangan sport industry di kawasan Asia Tenggara, salah satunya lewat rencana penyelenggaraan ASEAN Marathon mulai 2027 bersama beberapa negara ASEAN.

"Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia, dan dunia," ujar Erick.

Tags

Terkini

Pacar Marcus Rashford Terbaring Sambil Menangis

Minggu, 28 Juni 2026 | 08:51 WIB

Pesta Suporter Meksiko Berujung Tragedi

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:20 WIB