ragam

Komite Olimpiade Indonesia Siap Temui Menkeu Bahas Dampak Pemotongan Anggaran Cabor

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:07 WIB
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat membuka Rapat Anggota Tahunan di Senayan, Jakarta, 9 Mei 2026. (NOC Indonesia)

SportlinkNews - Komite Olimpiade Indonesia bergerak cepat merespons keluhan sejumlah cabang olahraga terkait dampak pemotongan anggaran jelang agenda internasional penting sepanjang 2026.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, berencana menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan membawa perwakilan pengurus cabang olahraga.

Langkah tersebut diambil setelah KOI menerima berbagai masukan dari federasi olahraga nasional yang mulai mengalami kendala dalam menjalankan program pembinaan dan persiapan menuju kompetisi internasional.

Baca Juga: RAT 2026: NOC Indonesia Tambah Dua Anggota Baru, Bidik World Combat Games 2027

Salah satu dampak yang paling terasa adalah terganggunya agenda try out dan training camp atlet, termasuk program latihan di luar negeri.

Beberapa cabang olahraga bahkan disebut terpaksa membatalkan pengiriman atlet karena keterbatasan biaya. Situasi itu dinilai cukup mengkhawatirkan mengingat Indonesia akan menghadapi rangkaian multievent penting dalam waktu dekat.

Cabang olahraga renang menjadi salah satu yang terdampak serius. Program pemusatan latihan nasional menuju Asian Games 2026 disebut harus mengalami penyesuaian hingga pemulangan atlet akibat persoalan anggaran.

Baca Juga: Dhaarma Raj Antar Hoki Indonesia Bersinar di Asia

Okto mengatakan KOI dalam waktu dekat akan segera mengirim surat permohonan audiensi kepada Kementerian Keuangan.

Dalam pertemuan tersebut, KOI ingin menghadirkan langsung suara dari cabang olahraga agar pemerintah bisa memahami kondisi riil yang sedang dihadapi federasi dan atlet.

"Dan kami dalam waktu dekat akan minta waktu khusus kepada Kementerian Keuangan dan insyaallah akan kita ajak perwakilan dari cabor-cabor, sehingga mudah-mudahan bisa segera diterima," ujar Okto usai Rapat Anggota Tahunan KOI 2026 di Senayan, Jakarta, Sabtu, 9 Mei 2026.

Baca Juga: The Game Changer Award Jadi Bentuk Apresiasi untuk Olahraga Indonesia

Menurutnya, komunikasi langsung dengan Kementerian Keuangan menjadi penting agar kebijakan efisiensi anggaran tidak berdampak besar terhadap pembinaan olahraga nasional.

Apalagi Indonesia masih memiliki agenda besar yang harus dipersiapkan secara matang.

Selain Asian Games 2026 di Jepang, Indonesia juga akan menghadapi Youth Olympic Games 2026, SEA Games Malaysia 2027, hingga persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Baca Juga: Peringkat 14 Dunia Bukan Jaminan, Hector Souto Soroti Lemahnya Sistem Kompetisi Futsal Nasional

"Sehingga pihak Kementerian Keuangan pun bisa mendengarkan aspirasi dan apa yang dihadapi oleh cabor-cabor," kata Okto.

KOI berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi konkret agar program pembinaan atlet tetap berjalan dan target prestasi Indonesia di level internasional tidak terganggu akibat keterbatasan anggaran.

Tags

Terkini

Pacar Marcus Rashford Terbaring Sambil Menangis

Minggu, 28 Juni 2026 | 08:51 WIB

Pesta Suporter Meksiko Berujung Tragedi

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:20 WIB