SportlinkNews - Setelah menyeimbangkan antara belajar untuk ujian dan bermain untuk tim nasional, anak ajaib Lamine Yamal kini menjadi harapan terbesar Spanyol di Piala Dunia 2026.
Pada usia 18 tahun, Lamine Yamal sudah menjadi nama yang dikenal di seluruh dunia setiap kali tim nasional Spanyol turun ke lapangan.
Setelah hanya dua pertandingan di Piala Dunia 2026, talenta muda Barcelona ini telah mencetak gol, memecahkan rekor, dan dianggap sebagai pemimpin serangan La Roja.
Baca Juga: Indonesia Kalah Dramatis dari Vietnam, Gagal ke Final Princess Cup 2026
Namun, hanya dua tahun sebelumnya, kehidupan Yamal sangat berbeda: berlatih dengan tim nasional di siang hari dan belajar dengan tekun di malam hari untuk lulus ujian akhirnya.
Sulit membayangkan bahwa selama perjalanan Spanyol untuk menaklukkan EURO 2024, anak laki-laki berusia 16 tahun ini bahkan belum menyelesaikan sekolah menengah atas.
Sementara rekan-rekan setimnya hanya fokus mempersiapkan diri untuk setiap pertandingan, Yamal juga harus membawa buku-bukunya untuk menyelesaikan ujian ESO – program pendidikan menengah wajib di Spanyol.
Baca Juga: Jacksen Tiago: Mental Jadi Fondasi Pembinaan Pesepak Bola Putri
Hari-hari yang dihabiskannya bersama tim nasional menjadi periode istimewa karena ia harus membagi waktunya antara lapangan sepak bola dan studinya.
Usahanya akhirnya membuahkan hasil. Beberapa hari sebelum final EURO 2024 melawan Inggris, setelah sesi latihan, Yamal menerima kabar bahwa ia telah lulus ujiannya.
Hal pertama yang dilakukannya adalah menelepon ibunya untuk berbagi kabar baik tersebut.
Baca Juga: Kroasia Ungguli Ghana dengan Penuh Perjuangan
Sementara seluruh Eropa menantikan final, pemain berusia 16 tahun itu telah mencapai tonggak yang sangat biasa bagi seorang siswa sekolah, tetapi dengan cara yang luar biasa.
Menurut jurnalis Luis Castro Luna dari Radio Nasional Spanyol, detail ini menunjukkan kedewasaan Yamal yang langka.