Para champion Energen Champion SAC Indonesia 2023 mengaku mendapatkan pengalaman baru dan sangat berharga di SUS.
Misalnya Juanda Kristian Hutagaol, champion Tolak Peluru Putra di Energen Champion SAC Indonesia 2023 - National Championship.
Pemilik rekor tolakan 14,15 meter itu mengaku exited bisa berlatih di Cina. Apalagi lokasi latihannya dipilih di SUS.
Baca Juga: Gia Milana Terpaksa Mundur dari Proliga, Ini Penyebabnya
"Cina kan termasuk negara yang sedang bersaing di level internasional. Jadi berlatih dengan para pelatih level dunia jelas berbeda," ujar pelajar SMKN 7 Medan ini.
Menurut dia, dari porsi latihan, untuk tolak peluru yang diajarkan di SUS berbeda dengan apa yang dipelajarinya selama ini.
"Yang berbeda di sini teknik dan porsi latihannya. Ada banyak gerakan-gerakan yang tadi dibenerin. Misalnya posisi kaki ketika akan melakukan tolakan," ungkapnya.
Baca Juga: F1 Jual 10.000 Tiket Harga Backpacker untuk GP Las Vegas 2024 Demi Penonton yang Bejibun
Juanda juga terkesan ketika para pelatih di SUS menyebutnya harus memperbaiki core.
"Core Juanda itu masih lemas kata pelatih. Tadi Juanda dibawa ke gym dan diajari melatih core," jelasnya.
"Seru sih, nanti sepulang ke Indonesia bisa diterapkan," imbuh Juanda.
Baca Juga: Ketua Umum PB Persani: Kejuaraan Senam Dunia ke-53 Bakal Diikuti 500 Atlet dari 70 Negara
Tidak banyak masalah yang dihadapi para champion Energen Champion SAC Indonesia 2023 selama mengikuti latihan di SUS.
"Kendala paling bahasa. Tapi kan ada translatornya. Pelatihnya sabar-sabar kok. The best lah pokoknya. Mau dilatih lagi," ujar Nathania Novdell Agristina Maximilian.
Hal yang sama juga diungkapkan Zahrina Amalia, pelajar dari SMAN 2 Banjarnegara yang menjadi juara tolak peluru putri dengan catatan 10,06 meter.