SportlinkNews - Komite Olimpiade Indonesia terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman, setara, dan inklusif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam IWG Global Summit on Women & Sport 2026 yang digelar di International Convention Centre (ICC), Birmingham, Inggris, pada 9-11 Juli 2026.
Dalam forum internasional yang menjadi ajang terbesar dunia untuk membahas kesetaraan gender di bidang olahraga tersebut, NOC Indonesia mengirimkan dua delegasi.
Baca Juga: AVC U18 Championship 2026: Timnas Voli Putra U-18 Kembali Tumbang, Peluang ke Fase Gugur Makin Berat
Mereka adalah Safeguarding Officer Tabitha Sumendap dan Ketua Gender Equity, Diversity, and Inclusion Commission, Zavnura Pingkan.
Selama tiga hari, keduanya mengikuti berbagai seminar, lokakarya, dan diskusi bersama pemimpin olahraga, akademisi, pembuat kebijakan, hingga organisasi olahraga dari berbagai negara.
Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, mulai dari kepemimpinan perempuan, kebijakan kesetaraan gender, perlindungan atlet (safeguarding), safe sport, hingga penguatan kolaborasi internasional.
Baca Juga: Panggung Baru Ubed, Debut di Japan Open Super 750
Bagi NOC Indonesia, keikutsertaan dalam forum tersebut bukan sekadar menghadiri konferensi internasional.
Partisipasi itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi program Gender Equity, Diversity and Inclusion (GEDI) serta Safeguarding dalam ekosistem olahraga nasional.
Selain memperluas wawasan mengenai praktik terbaik di tingkat global, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring dengan berbagai National Olympic Committee (NOC), federasi internasional, dan organisasi olahraga dunia.
Baca Juga: Panggung Baru Ubed, Debut di Japan Open Super 750
Tabitha Sumendap mengatakan, salah satu pelajaran penting yang diperoleh dari IWG Global Summit adalah perlunya menjadikan safeguarding sebagai budaya organisasi, bukan hanya sebatas aturan administratif.
Menurutnya, perlindungan terhadap atlet dan seluruh insan olahraga membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan agar tercipta lingkungan yang bebas dari kekerasan, pelecehan, maupun diskriminasi.
"IWG Global Summit memperlihatkan bahwa safeguarding bukan sekadar kebijakan, melainkan komitmen kolektif seluruh pemangku kepentingan olahraga," ujar Tabitha.
Baca Juga: FIFA Pertimbangkan Tambah Peserta Piala Dunia 2030 Jadi 64 Negara
"Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman, menghormati martabat setiap individu, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi," lanjutnya.
Sementara itu, Zavnura Pingkan menilai forum tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi NOC Indonesia dalam mengembangkan kebijakan kesetaraan gender di tingkat nasional.
Ia menegaskan, isu gender kini telah menjadi bagian penting dalam tata kelola olahraga modern dan bukan lagi sekadar program pelengkap.
Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026
"Forum ini membuka banyak peluang kolaborasi dengan National Olympic Committee, International Federation, maupun organisasi internasional lainnya,"imbuh Zavnura.
"Kami melihat bahwa isu gender equity kini bukan lagi agenda tambahan, melainkan bagian dari tata kelola olahraga modern."
Ia berharap jejaring yang terbangun selama pertemuan di Birmingham dapat membawa lebih banyak praktik terbaik ke Indonesia.
Sumber: NOC Indonesia
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
NOC Indonesia Hadirkan "Game Changer Award" di RAT 2026
RAT 2026: NOC Indonesia Tambah Dua Anggota Baru, Bidik World Combat Games 2027
NOC Indonesia Tegaskan Tata Kelola Tinju Mengacu Olympic Charter dan IOC
NOC Indonesia Pelajari Ekosistem Olahraga Amerika Serikat untuk Perkuat Pembinaan Atlet
NOC Indonesia Kunci Persiapan Asian Games 2026, Cek Langsung Fasilitas Pendukung di Jepang