Pengamat : Butuh Pelatih Level Asia untuk Masa Depan Garuda Muda

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 19 Februari 2025 | 23:21 WIB
Penyerang Timnas U20 Jens Raven mencoba melewati hadangan pemain Yaman di laga terakhir fase grup Piala Asia U20, 19 Februari 2025, di Cina.
Penyerang Timnas U20 Jens Raven mencoba melewati hadangan pemain Yaman di laga terakhir fase grup Piala Asia U20, 19 Februari 2025, di Cina.

SportlinkNews - Masalah Tim Nasional Indonesia U20 di Piala Asia U20 2025 tidak hanya soal kualitas pemain yang belum mampu bersaing di level Asia saja, tetapi juga soal pelatih.

Pengalaman sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo mengatakan masalah pelatih ini juga harus jadi perhatian PSSI.

Sebab, Tim Nasional Indonesia U20 ini dinilai akan menjadi aset Tim Nasional senior, sehingga butuh pelatih yang memiliki jam terbang lebih tinggi dari pada level Asia Tenggara,

Baca Juga: Rinov Rivaldy Kembali 'Dikawinkan', Target Juara di Tur Asia 2025

"Kualitas pemain kita memang belum bisa bersaing di level Asia jadi kalah pengalaman," ujar Kesit di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025.  

"Namun hal ini bisa diatasi dengan membuat kompetisi U17 dan U19 yang disiapkan oleh klub-klub Liga 1," tambahnya.

Mereka yang tak tertampung bermain di Liga 1 pun bisa berkompetisi di sini, sehingga dinilai Kesit bisa mendapat pengalaman bertanding level tinggi.

Ketika sudah matang di kompetisi, saat masuk ke Timnas, para pemain ini harus mendapatkan pelatih yang levelnya terbiasa menangani tim-tim level Asia. Bukan hanya sebatas Asia Tenggara.

Baca Juga: Perkenalan ke Publik, Seluruh Tim Balap dan Pembalap F1 Kumpul Bareng di London

"Bukan berarti Pelatih Timnas Indonesia U20 saat ini, Indra Sjafri tidak bagus," tegasnya.

"Tapi, kalau bisa menghadirkan pelatih dengan jam terbang lebih tinggi minimal level Asia, syukur-syukur bisa level dunia lebih bagus, sebab pada akhirnya Timnas muda ini adalah aset untuk senior," tuturnya.

Seperti diketahui bila Tim Nasional Indonesia U20 babak belur di Piala Asia U20 2025 ini. 

Garuda Nusantara pulang dengan hanya membawa satu poin hasil imbang melawan Yaman di laga terakhir penyisihan grup.

Baca Juga: Pelatnas PBSI Tetap Jalan, Efisiensi Tak Sentuh Atlet dan Turnamen

 

Indonesia pun berakhir di peringkat ketiga klasemen akhir dan tersingkir dari persaingan tiket Piala Dunia U20 2025 di Cile, September mendatang. 

Dengan begitu target yang dibebankan oleh PSSI yakni lolos Piala Dunia U20 2025 gagal tercapai.

Atas kegagalan di Piala Asia U20 2025 ini, Pelatih Tim Nasional Indonesia U20 Indra Sjafri meminta maaf dan mengaku secara kesatria siap bertanggung jawab.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X