SportlinkNews - Sesuai dengan program yang diberikan kepada pelatih setiap sektor, bahwa di tahun ini mereka bebas untuk bongkar pasang pemain guna mencari komposisi terbaik.
Maka peluang bongkar pasang kembali akan dilakukan di ganda campuran.
Pelatih Ganda Campuran Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky mengatakan bahwa Rinov Rivaldy akan kembali dibongkar lagi dan dipartnerkan lagi dengan Pitha Haningtyas Mentari.
Baca Juga: Timnas Indonesia Ditahan Imbang Yaman di Piala Asia U20
Sebelumnya di akhir tahun lalu, Rinov sempat 'dicerai' dengan Pitha dan dipasangkan dengan Lisa Ayu Kusumawati.
Rinov/Lisa ini kemudian diuji coba di tiga turnamen di awal tahun ini, yakni India Open 2025, Indonesia Masters 2025, dan Thailand Masters 2025, hasilnya dinilai belum memuaskan.
Dari tiga turnamen itu, hasil terbaik hanya mencapai semifinal Indonesia Masters yang merupakan BWF World Tour 500. Belum sesuai ekspektasi.
Pitha yang juga dipasangkan dengan pemain muda, Verrel Yustin Mulia juga belum memetik hasil yang menggembirakan.
Baca Juga: Perkenalan ke Publik, Seluruh Tim Balap dan Pembalap F1 Kumpul Bareng di London
Mengikuti dua turnamen level World Tour 100, hasilnya semua kandas di babak pertama.
"Ya kemukinan ada pertukaran lagi. Kemungkinan Rinov akan kembali berduet dengan Pitha dan Lisa dipasangan dengan Verrell," ucapnya di Pelatnas PBSI, Rabu, 19 Februari 2025.
Komposisi baru ini akan dimulai diturunkan pada Badminton Asia Championships 2025, 8-13 April 2025, di Ngingbo, Cina.
Lalu setelah itu diikutkan dalam rangkaian turnamen di Tur Asia pada Mei 2025, yakni Taipei Open (super 300), Thailand Open (super 500), Malaysia Masters (super 500), dan Singapore Open (super 750).
Baca Juga: Sanksikan Momen Ajaib Ciro Meniru Solo Run Lionel Messi
"Start dari situ dan selanjutnya. Kita akan targetkan Rinov/Pitha untuk bisa petik juara di salah satu turnamen itu," tambahnya.
Mengapa dikawinkan lagi, karena menurut Rionny, komposisi Rinov/Pitha ini memiliki kapasitas yang bagus.
Keduanya saat masih berpartner, pernah menduduki peringkat tertinggi sembilan dunia, sehingga kembali kali ini akan dicoba lagi.
"Kemarin, Rinov/Pitha bisa mengalahkan ganda Korea, peraih medali perak Olimpiade, Kim Won Ho/Jeong Na Eun," tutur Rionny
Baca Juga: Catatan Kemenangan Madura United FC Jadi Perhatian Serius Bojan Hodak
"Lalu, ganda-ganda top pun bisa dikalahin juga, tinggal bagaimana kita mengaturnya lagi, sebab secara materi mereka bagus," ungkapnya kemudian.
Rionny mengaku, perubahan ini demi mencari komposisi yang pas untuk di kualifikasi Olimpiade LA 2028 yang akan dimulai tahun depan.
"Jadi sekarang, saya sekarang yang pegang mereka. Karena selevel mereka seharusnya sudah harus juara, bukan lagi mencari poin dan mereka sudah siap atas komitmen itu," katanya menambahkan.
Artikel Terkait
Kontingen Indonesia Dikukuhkan, Menpora Minta Bulutangkis Jaga Tradisi Emas Olimpiade
Tidak Ada Penekanan Khusus Pada Latihan Pertama Tim Bulutangkis Indonesia Jelang Olimpiade Paris 2024
Munas PBSI Bahas Evaluasi demi Kejayaan Prestasi Bulutangkis Indonesia
Bulutangkis Babak Belur di Olimpiade, Ketum PBSI Terpilih: Tidak Ada Lagi Kubu-kubuan
Pelatnas PBSI Tetap Jalan, Efisiensi Tak Sentuh Atlet dan Turnamen