PSSI Evaluasi Performa Timnas Putri, Liga Putri Indonesia Ditargetkan Mulai 2027

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 22:05 WIB
Tim Nasional Indonesia Putri saat FIFA Matchday melawan Arab Saudi di awal pekan ini, di Jeddah.
Tim Nasional Indonesia Putri saat FIFA Matchday melawan Arab Saudi di awal pekan ini, di Jeddah.

SportlinkNews - PSSI masih menunggu laporan tertulis dari Badan Tim Nasional dan Pelatih Tim Nasional Putri Indonesia terkait evaluasi penampilan Timnas Putri di FIFA Matchday melawan Arab Saudi awal pekan ini.

Menurutnya, dari hasil penampilan yang dilihatnya, performa Timnas Putri meyakinkan hanya saja di akhir-akhir agak tertekan. 

Dia pun berharap level kepercayaan diri pemain-pemain putri Indonesia bisa terus naik.

"Saya lihat ada beberapa pemain yang tidak bisa memperkuat. Misalnya, Katarina Stalin umurnya 15 tahun karena dia sekolah, tapi saya 'surprise' Sydney Hopper bisa join, Claudia Scheunemann bisa join semua," katanya.

Baca Juga: Meski Tak Lagi di Barcelona, Jersey Lionel Messi Tetap Diburu

Terkait dengan beberapa nama pemain keturunan yang sudah mulai ikut trial saat persiapan FIFA Matchday, Erick kembali menegaskan masih menunggu laporan BTN.

Tapi, dirinya berharap dengan program Tim Nasional yang juga pihaknya dorong di putri bisa mendorong kualitas permainan putri. 

Apalagi, menurutnya ada kompetisi yang disponsorin oleh private sector untuk kompetisi KU12 dan KU14.

"Bahkan dari private sectornya sepertinya juga tertarik untuk kerjasama untuk Pertiwi Cup KU16. Ya, mudah-mudahan dengan pembangunan grassroot ini talenta putri kita bisa cukup," imbuhnya.

Baca Juga: Atlético Madrid Berkolaborasi dengan Wonder Woman, Hadirkan Koleksi Fesyen Bertema Pemberdayaan Perempuan

Karena kemarin, saat dirinya rapat dengan Komite Eksekutif, Liga Putri Indonesia terpaksa harus mundur di 2027 karena talent poolnya belum tebal.

"Nah, kalau ini Kita bisa dapat 50 saja, berarti kan di 2027 mereka umur 17 dan 19, mungkin jadi cukup. Karena Formula daripada Liga Putri ini kan nanti 8 klub," ucap Erick.

Pihaknya menegaskan akan memikirkan benar-benar tentang kesehatan finansial. Karena jangan sampai ketika Liga Putri diputar baru dua tahun sudah berhenti.

"Jangan sampai baru setahun gak dibayar gajinya, jadi kita pikirkan soal finansial klubnya juga," ungkapnya. 

Baca Juga: Dokter Bedah China Turunkan Berat Badan 25 Kg dalam 42 Hari Memenangkan Kontes Kebugaran

"Apa cost yang bisa dikurangi karena untuk tim putri ini berdasarkan perhitungan membutuhkan dana sekitar Rp 8-14 miliar per tahun untuk mengikuti Liga Putri," tambahnya lagi.

"Cost bisa kita tekan dari biaya transportasi. Tidak menggunakan pesawat, tetapi kereta karena penyelenggaraannya masih sekitar Jawa-Bali," tukasnya kemudian.

Nantinya Liga Putri ini dinilainya akan seperti layaknya Liga 2.

"Minggu depan kita rapat lagi Liga Putri untuk memastikan benar-benar angka ekonominya dan talentanya cukup," pukas Erick lagi.

"Saya sih maunya 2026, tetapi saya tidak mau terlalu memaksa juga bila belum siap," tegasnya mengakhiri.  

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X