SportlinkNews - Wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, diragukan bisa mencapai level permainan Lionel Messi karena satu kelemahan mendasar.
Nama Lamine Yamal tengah menjadi sorotan di dunia sepak bola.
Pemain muda berbakat ini mencuri perhatian setelah tampil gemilang bersama Timnas Spanyol di EURO 2024.
Baca Juga: PSSI Pertimbangkan JIS Jadi Kandang Timnas Indonesia, Tidak Ganggu Jadwal Persija
Kontribusinya yang impresif mengantarkan La Furia Roja meraih gelar juara Eropa.
Sepanjang turnamen, Yamal mencatatkan satu gol dan empat assist, membuatnya terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik EURO 2024.
Prestasi tersebut berlanjut dengan raihan Golden Boy 2024 dan Kopa Trophy 2024, semakin mengukuhkan namanya sebagai talenta masa depan.
Baca Juga: Neymar Kembali Dilirik, Sanggupkah Menjawab Tantangan Barcelona?
Performa apiknya tidak berhenti di level internasional.
Bersama Barcelona, Yamal sukses mengamankan posisi utama di sektor sayap kanan Blaugrana untuk musim 2024-2025.
Dari 35 pertandingan yang telah dijalani di berbagai kompetisi, ia berhasil mencetak 11 gol dan menyumbang 16 assist.
Baca Juga: Pelatih PSIS Gilbert Agius: Bukan Laga yang Mudah, Persija Tim yang Berbahaya
Berkat pencapaiannya, banyak pihak menyebut Yamal sebagai penerus Lionel Messi di Barcelona.
Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh Fabio Capello, pelatih legendaris asal Italia.
Artikel Terkait
Cuaca Buruk, Pertandingan Villarreal Vs Espanyol Ditunda, Beberapa Pihak Gagal Paham
Aturan Baru '8 Detik' Kiper akan Diterapkan Musim Depan, Siapkah Wasit dan Pemain?
Vinicius Junior Beberkan di Balik Penolakan Ballon d'Or
Rekannya Minum Air, Lamine Yamal Menjauh Demi Ibadah Puasa
PSV vs Arsenal: Misi The Gunners Akhiri Tren Buruk di Liga Champions 2025