SportlinkNews - Chelsea merayakan ulang tahun besar besok. Tapi terkadang terasa lebih dari sekadar klub yang berusia 120 tahun.
Chelsea harus jatuh bangun di kandang sendiri untuk meraih kemenangan melawan Leicester, tim yang telah kalah enam kali berturut-turut.
Tiga poin yang dibukukan setelah menekuk Leicester 1-0, Minggu 9 Maret 2025, memang menempatkan Chelsea kembali ke empat besar. Tapi, tiket Liga Champions musim depan bisa lepas jika The Blues tidak mampu mempertahankannya di akhir kompetisi.
Baca Juga: BL All-Star 2025 Hadir dengan Konsep Baru: Indonesia vs Dunia untuk Pertama Kalinya
Chelsea harus berterima kasih kepada bek kiri Marc Cucurella yang menjadi pencetak gol tunggal kemenangan. Namun, itu bukanlah hal yang tepat untuk memicu pembukaan gabus sampanye untuk peringatan besok.
Dan yang lebih merusak pesta adalah bahwa performa gemilang Cole Palmer di depan gawang mencapai titik terendah. Ia gagal mengeksekusi penalti pertamanya di Liga Primer.
Palmer biasanya mematikan dari titik penalti. Ia telah mencetak 15 dari 15 gol untuk klub dan negaranya sebelum pertandingan ini.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Persija Terpuruk, Arema FC Rebut Poin Kemenangan
Namun kali ini ketepatannya dari jarak 12 meter tidak ada lagi. Ia melepaskan tembakan yang cukup lemah ke kanan yang dengan mudah ditepis kiper Mads Hermansen.
Hal-hal yang tidak penting tersebut merangkum suasana hati Palmer saat ini. Ia telah berubah dari penembak jitu utama dan 'Palmer yang sedingin es' menjadi orang yang bimbang dan frustrasi.
Pemain bintang Stamford Bridge itu juga diganti dengan 17 menit tersisa dan berjalan tertatih-tatih di lorong dengan gerutuan karena ditarik keluar.
Mungkin ada baiknya baginya untuk merasakan perlakuan kasar dari bos Enzo Maresca saat ia berusaha menjadi pemain yang konsisten dan bukan hanya bintang yang hanya muncul sesekali.
Bos New England Thomas Tuchel akan mengumumkan skuad pertamanya pada hari Jumat ini dan Palmer harus dimasukkan.
Artikel Terkait
Jay Idzes Tampil Kokoh, tapi Umpan Panjangnya Dikritik Media Italia saat Venezia Ditahan Como
Lionel Messi Bikin MLS Takjub, Petinggi Liga Akui Dampaknya di Luar Nalar
AC Milan Alami Krisis Identitas, Mantan Direktur Soroti Kekacauan Manajemen
Orleans Masters 2025: Rehan/Gloria Harus Puas di Posisi Runner-up Lagi
IFSC Climbing World Cup 2025 di Bali: 30 Negara Siap Bertanding, Indonesia Incar Emas