Dua Pemain Muda Indonesia Berlatih di Akademi Osasuna: Langkah Besar Menuju Level Internasional

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 13 Maret 2025 | 12:13 WIB
Dua pemain muda Indonesia dari klub Liga 1 2024/2025, Waliyuddin Shofa (Persib) dan Rohmat Nuridaya (PSM) berlatih  di Akademi Club Atlético Osasuna, Tajonar mulai awal bulan ini.   (J.P. Urdiroz)
Dua pemain muda Indonesia dari klub Liga 1 2024/2025, Waliyuddin Shofa (Persib) dan Rohmat Nuridaya (PSM) berlatih di Akademi Club Atlético Osasuna, Tajonar mulai awal bulan ini. (J.P. Urdiroz)

SportlinkNews - Dua pemain muda Indonesia dari klub Liga 1 2024/2025 berlatih di Akademi Club Atlético Osasuna, Tajonar.

Dua pemain yang terpilih untuk berlatih di Tajonar adalah bek tengah Persib Bandung, Waliyuddin Shofa dan pemain sayap kanan PSM Makassar, Rohmat Nuridaya.

Mereka akan berlatih di bawah 'Método Tajonar', sistem pengembangan pemain muda yang memberikan pengalaman lebih dari hanya sekedar di lapangan selama dua pekan. 

Baca Juga: Musim F1 2025: Angka-angka Penting yang Perlu Diketahui Sebelum GP Australia

Parapemain muda ini akan berlatih bersama tim U-16, dan juga mengeksplorasi kekayaan budaya Navarre.

Ini merupakan yang keempat kalinya sejak bulan Desember lalu, perwakilan atau pemain dari klub-klub internasional mengunjungi akademi Tajonar untuk mempelajari lebih jauh tentang 'Método Tajonar'.

"Osasuna adalah referensi dalam pengembangan pemain muda secara nasional dan telah mendapatkan pengakuan internasional," kata Direktur Tajonar, Ángel Alcalde dikutip dari rilis LALIGA Indonesia, Kamis, 13 Maret 2025.

Baca Juga: Pemain Tottenham Kompak Pakai Kaus Kaki Belang, Alasannya Mengharukan

"Kami telah menjadi pilihan utama bagi klub-klub, liga-liga dan perusahaan-perusahaan internasional karena kami menyediakan lingkungan yang aman, kurikulum luar biasa untuk mengembangkan para pemain sepak bola muda," ujar lagi.

Tajonar merupakan salah satu dari enam akademi yang terpilih untuk menjadi tuan rumah bagi tiga dari 18 pemain muda Indonesia yang akan berlatih untuk meningkatkan level sepak bola di Indonesia.

Akademi Osasuna dipilih karena kemampuannya yang telah terbukti dalam mengembangkan pemain dan pendekatannya yang unik, yang berfokus pada performa atletik dan pengembangan holistik.

Baca Juga: Andrea Berta Bisa Habiskan Rp 5,7 Triliun di Bursa Transfer Pertamanya di Arsenal dengan Sembilan Target yang Diidentifikasi

Hal ini mencakup akademis, kesejahteraan sosial dan psikologis, kesehatan emosional, dan pertumbuhan pribadi secara keseluruhan, menjadikannya lingkungan yang ideal bagi para pemain muda di Spanyol.

"Pilihan pertama kami adalah Osasuna karena kualitas akademiknya. Dalam hal metodologi dan pengajaran, akademi Osasuna adalah salah satu yang terbaik di Spanyol, itulah kenapa kami memutuskan untuk membawa pemain berbakat berlatih di sini," ujar Manajer Proyek internasional Ekkono Method, Aitor Orive.

"Proyek ini dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Liga Indonesia Baru. Karena kami ingin membantu meningkatkan sepak bola Indonesia, dimulai dengan memilih tiga pemain U-16 dari masing-masing 18 tim papan atas," tambahnya.

Baca Juga: 5 Bek Terkapar, Australia Minta Bantuan Alex Grant untuk Melawan Timnas Indonesia

Setelah melakukan analisis video dan melihat permainan parapemain muda ini secara langsung, pihaknya pun memilih 18 pemain terbaik dari klub peserta Liga 1 musim ini.

Selain Waliyuddin Shofa dan Rohmat Nuridaya, seharusnya bek kiri Persija Jakarta Peres Akwila dijadwalkan ikut serta. 

Namun, dia tidak bisa ikut ke Navarra karena dipanggil untuk pemusatan latihan bersama Timnas U17 Indonesia.
 
"Selama di sana, para pemain ini akan mendapatkan pelatihan sepak bola yang dilengkapi dengan pelajaran bahasa Spanyol di pagi hari dan kunjungan ke beberapa lokasi ikonik di Navarra. Sepak bola dapat membuka banyak pintu, dan dalam hal ini, Osasuna memiliki potensi yang sangat besar," kata Alcalde.

Baca Juga: Rihanna Pulang ke Barbados untuk Merayakan Koleksi Terbaru Fenty x Puma

"Ketika para pemain ini datang ke sini, selain mengikuti latihan, bergabung dengan tim U-16 Osasuna mendorong mereka untuk menantang diri mereka sendiri dan melihat kemampuan mereka. Bukan hanya sekedar sepak bola, tetapi juga merasakan tanah, budaya dan kuliner kami," tukasnya menambahkan.

Bagi para pemain muda di Osasuna sendiri, kehadiran para pemain dari negara lain juga berdampak positif. 

Karena para pemain muda mereka akan bisa mengukur level permainannya, mempelajari gaya bermain baru, dan memperkaya diri mereka dengan budaya yang berbeda.

Tim-tim lain yang akan berbagi klub dengan para pemain Indonesia adalah Girona F.C., Deportivo Alavés, C.E. Europa, F.C. Andorra, dan Reus Reddis.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: LALIGA Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X