Indonesia Hancur 1-5 dari Australia, Patrick Kluivert: Penalti Jadi Pembeda

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 20 Maret 2025 | 21:22 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert saat pertandingan lanjutan putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, melawan Australia di Sydney, 20 Maret 2025.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert saat pertandingan lanjutan putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, melawan Australia di Sydney, 20 Maret 2025.

SportlinkNews - Kekalahan 1-5 atas Australia di lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, jadi mimpi buruk untuk pelatih Tim Nasional Indonesia, Patrick Kluivert.

Selain mematahkan rekornya tak terkalahkan Patrick di laga debut saat menahkodai Timnas atau klub. 

Ini juga jadi kekalahan terbesar kedua skuat Garuda atas Timnas Australia, setelah sebelumnya di Kualifikasi Piala Dunia 1974, saat itu Indonesia takluk 0-6.

Baca Juga: Italia Vs Jerman: 6 Pemain Berisiko Terkena Sanksi Larangan Bertanding

Timnas kebobolan tiga gol di babak pertama, diawali dari penalti Martin Boyle (18’), lalu gol Nishan Velupillay (20’) dan Jackson Irvine (34’). 

Sebelumnya, Indonesia sempat mendapat peluang emas lewat penalti Kevin Diks, namun gagal dieksekusi.

Di babak kedua, Australia menambah keunggulan melalui sundulan Lewis Miller (54’) dan gol kedua Irvine (90’). Indonesia hanya mampu membalas lewat gol Ole Romeny (78’). Meski berusaha mengejar, skor tetap 5-1 hingga laga usai.

Baca Juga: Real Betis Rilis Jersey Edisi Naruto, Hanya 845 Unit Tersedia!

Selepas pertandingan, Patrick mengaku sangat menyesali kegagalan Kevin Diks saat mengeksekusi tendangan penalti di menit ke-8. Penalti itu dinilai bisa menjadi pembeda.

"Saya pikiran kami bertarung seperti singa, kami tidak pernah menundukan kepala. Meski sangat mengecewakan hasilnya, tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi semua orang yang mendukung," ucapnya.

"Jika Anda berhasil mengeksekusi penalti, itu akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda. Tapi sayang, Diks gagal," tukasnya.

Baca Juga: Marc Marquez Berpeluang Samai Rekor Valentino Rossi di MotoGP 2025

Patrick menilai permainan Timnas cukup bagus di laga ini, terutama di awal. Pressing tinggi di bagian Kanan yang ingin diaplikasikannya, mengingat di kiri Australia punya pemain bagus.

"Dan dari pengamatan saya, itu berjalan bagus. Setelah itu, kami mendapatkan tendangan penalti. Penalti itu jadi pembeda, tapi saya Kevin Diks gagal," ucapnya.

Dengan kegagalan ini, Patrick menegaskan Timnas perlu kerja keras, untuk mendapatkan hasil baik melawan Bahrain. Walaupun begitu, mentalitas kerja dan etika parapemain dinilainya sangat bagus.

"Dengan kebobolan banyak seperti ini, maka banyak yang perlu kami kerjakan untuk kedepannya. Karena kita perlu kemenangan di laga berikutnya," tegasnya.



Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X