Akmal Marhali: Patrick Kluivert Perlu Waktu, Evaluasi Timnas Jadi Kunci

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Kamis, 20 Maret 2025 | 22:44 WIB
Gelandang Timnas Indonesia, Kevin Diks saat bermain di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, melawan Australia, di Sydney, 20 Maret 2025.
Gelandang Timnas Indonesia, Kevin Diks saat bermain di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, melawan Australia, di Sydney, 20 Maret 2025.

SportlinkNews - Hasil kekalahan Timnas Indonesia dari Australia memang mengecewakan, tetapi pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, menilai bahwa ini bukan akhir dari segalanya.

Kekalahan 1-5 ini memang berat, namun Patrick Kluivert dinilai masih dalam tahap adaptasi dengan tim.

"Wajar jika ada ekspektasi tinggi dari masyarakat, karena mereka ingin melihat timnas berkembang," kata Akmal saat dihubungi, Kamis, 20 Maret 2025.

"Tetapi kita juga harus objektif bahwa ini adalah debut Kluivert. Kita tidak bisa serta-merta menilainya hanya dari satu pertandingan," tukasnya.

Baca Juga: Kinerja Rans Simba Bogor Semakin Yahud, Tumbangkan Empat Tim Kuat IBL 2025

Ia mengingatkan bahwa pelatih sebelumnya, Shin Tae-Yong, juga mengalami kekalahan dalam debutnya bersama Timnas Indonesia. 

Oleh karena itu, Kluivert harus diberi kesempatan untuk membangun tim dan menyesuaikan strateginya.

Faktor lain yang disorot Akmal adalah efektivitas strategi yang diterapkan. 

Ia mencatat bahwa formasi awal 4-3-3 yang digunakan kurang maksimal, dan perubahan ke 3-5-2 di babak kedua menunjukkan perkembangan dalam permainan.

Baca Juga: Kalahkan Hangtuah di Pekan ke-8 IBL 2025, Prawira Bandung Tunjukkan Permainan Kolektif yang Solid

"Saat bermain dengan tiga bek, tim tampak lebih solid. Tetapi masalah utama tetap ada di lini pertahanan, duet Mees Hilgers dan Jay Idzes yang diharapkan jadi tumpuan belum bisa padu, lebih padu malah saat bersama Rizky Ridho," jelasnya.

Selain itu, kegagalan penalti Kevin Diks menjadi titik balik dalam pertandingan. 

Akmal menilai situasi ini mirip dengan pertandingan di Piala Asia 2023, di mana saat itu Ernando Ari mampu menepis penalti Australia dan membangkitkan mental Timnas Indonesia, tapi kali ini, justru sebaliknya yang terjadi.

Baca Juga: Tidak Sekedar Balap, F1 Grand Prix Australia Lakukan Sosialisasi dan Program Berkelanjutan Inklusif

"Jika penalti itu masuk, mungkin ceritanya berbeda. Saat penalti gagal, justru moral pemain Australia meningkat dan mereka bisa mencetak lebih banyak gol," tambahnya.

Meskipun kekalahan ini menjadi catatan tersendiri, Akmal menekankan bahwa ujian sesungguhnya bagi Kluivert adalah pertandingan melawan Bahrain dan Cina. 

Jika mampu meraih kemenangan, maka peluang Indonesia untuk melaju lebih jauh tetap terbuka.

"Sekarang tinggal bagaimana tim bisa bangkit dan membuktikan kualitasnya. Ini bukan hanya tentang Kluivert, tetapi bagaimana pemain dan staf pelatih bekerja sama untuk memperbaiki kekurangan," pungkasnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X