SportlinkNews - Pelatih Tim Nasional Indonesia Patrick Kluivert masih menyimpan keinginan untuk bisa lolos langsung menuju Piala Dunia 2026.
Dengan target besar tersebut, maka Indonesia harus bisa finis di posisi kedua di akhir putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini.
Kluivert memastikan pihaknya tidak mengincar hanya finis di posisi tiga atau empat Grup C di akhir putaran ini.
Menurutnya, dalam sepakbola semua hal bisa terjadi dan mindset para pemain serta stafnya saat ini dinilai luar biasa.
Baca Juga: Modric Kagum dengan Mbappe: 'Dia Sangat Rendah Hati dan Selalu Bercanda'
Untuk bisa finis di posisi kedua tidak mudah. Karena Timnas harus melalui tantangan berat di tiga sisa laga melawan Bahrain, Cina, dan Jepang
"Kami akan mengejar kemenangan dalam pertandingan. Semua pertandingan (tersisa) di putaran ini targetnya adalah kemenangan, kami punya mindset yang bagus," tegasnya dalam jumpa pers prematch di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.
"Keberuntungan memang hal penting, tapi kami harus berupaya bersama-sama dengan mindset yang benar, maka kita bisa mendapatkan hasil baik," ucap Kluivert lagi.
Baca Juga: Barcelona Butuh Winger Baru, Ademola Lookman Jadi Pilihan Utama
Timnas Indonesia dan Timnas Bahrain sama-sama membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa tetap lolos ke Piala Dunia 2026.
Indonesia saat ini menempati posisi keempat dengan raihan 6 poin, diikuti secara beruntun oleh Bahrain dan Cina di posisi kelima dan enam dengan koleksi poin yang sama.
Namun, Indonesia lebih unggul dalam produktifitas gol dari keduanya.
Di puncak klasemen, Jepang yang telah lolos Piala Dunia 2026 tak tersentuh lagi dengan 19 poin.
Baca Juga: Real Madrid Masih Berburu Gelandang meski Sudah Punya Lini Tengah Mewah
Kemudian disusul Australia di tempat kedua dengan 10 poin dan Arab Saudi di tempat ketiga dengan koleksi 9 poin.
Secara head to head, Indonesia sedikit tertinggal dibandingkan Bahrain dari jumlah kemenangan.
Berdasarkan data RSSSF, dari delapan pertemuan itu, Indonesia baru meraih kemenangan dua kali, tiga kali imbang, dan tiga kali menelan kekalahan dari Bahrain.
Dua kemenangan itu tercipta saat pertemuan pertama mereka di President Cup 1980 di Korea Selatan (3-2) dan di Piala Asia 2007 di Jakarta (2-1).
Baca Juga: Timnas Indonesia Bisa Salip Arab Saudi di Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Syaratnya
Pertemuan terakhir terjadi di laga pertama putaran tiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di mana kedua tim saling berbagi angka 2-2.
Pertemuan terakhir itu menorehkan 'luka' bagi Indonesia. Hasilnya dinilai kontroversial, karena kepemimpinan wasit Ahmed Al Kahf asal Oman yang dianggap menguntungkan tuan rumah, Bahrain.
Artikel Terkait
Patrick Kluivert: Mental Pemain Timnas Indonesia Kuat Hadapi Tekanan Tinggi Bahrain
Kepercayaan Diri Tinggi Patrick Kluivert Jelang Laga Lawan Bahrain
Patrick Kluivert Siapkan Rotasi: Rizky Ridho Jadi Pengganti Mees Hilgers?
Australia Dekati Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Timnas Indonesia, China Bisa Jadi Penentu
Timnas Indonesia Bisa Salip Arab Saudi di Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Syaratnya