SportlinkNews- Demi mendukung kelanjutan prestasi Timnas Indonesia Kelompok Umur di jejang internasional, PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan berkomitmen membentuk kompetisi berjenjang Elite Pro Academy U20 hingga U15.
Ini berlaku bukan hanya untuk Liga 1, tetapi juga Liga 2 pada musim 2025/2026. Hal tersebut diungkapkan oleh Komisaris Utama LIB, Zainudin Amali pada jumpa pers di kantor LIB, Rabu, 9 April 2025.
"Tujuan kompetisi yang utama adalah bagaimana kita mendapatkan Timnas yang baik. Klub-klub kita juga melakukan pembinaan usia dini melalui EPA (Elite Pro Academy), karena apa yang dihasilkan dari Timnas U17, mereka adalah para pemain klub," katanya.
Baca Juga: Mantan Pelatih Chris Eubank Kasih Bocoran Kepada Conor Benn Jelang Pertarungan Dendam
Amali mencontohnya, seperti Evandra Florasta yang berasal dari Bhayangkara FC dan Muhammad Zahaby Gholy dari Persija.
"Jadi tujuan kompetisi untuk menghasilkan Timnas mulai berbuah hasil. Ini tidak mudah, tetapi kami persyaratkan itu di lisensi klub yang mewajibkan klub melakukan pembinaan usia dini dan harus berjalan pada musim depan," tegas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Direktur Utama LIB, Ferry Paulus pun menambahkan, seperti liga-liga di luar negeri, LIB pun menciptakan standarisasi yang ada di top licensing.
Salah satunya klub-klub Liga 1 dan Liga 2 musim depan wajib memiliki tim Elite Pro Junior.
Baca Juga: Tampil Impresif, Gregoria dan Komang Ayu ke Babak Kedua Badminton Asia Championships 2025
"Ke depan kita membentuk EPA, di Liga 1 sudah punya U16, U18, dan U20. Dan di musim depan, kita akan mewajibkan tim Liga 2 juga memiliki tim EPA di U20, kemudian di tahun berikutnya wajib juga memiliki tim elite pro untuk strata berikutnya U16 dan U18," imbuhnya.
Hasil dari elite pro academy itu, nantinya akan jadi data base untuk timnas kelompok usia. Ini permintaan PSSI untuk menyediaan data-data yang dibutuhkan untuk Timnas.
"Ini pekerjaan rumah untuk Liga. Karena dari partisipasi pesepak bola dari luar dibandingkan dengan penduduk Indonesia, kita ini sangat minim," tegasnya.
Baca Juga: Red Sparks dan Megawati Resmi Berpisah, Tidak Perpanjang Kontrak Demi Keluarga
"Contoh, di Spanyol, dengan ribuan pemain mereka di LALIGA, partisipasi pemain asli mereka ada 20 persen, tapi di Indonesia, pemain lokal yang berpartisipasi baru tercatatkan 200-300 pemain saja, makanya piramida kompetisi dan turunannya ke depan akan terstruktur dengan rapi," tambahnya lagi.
Karena pembentukan EPA ini bagian dari club licensing, maka bila ada yang tidak mematuhinya maka bisa saja klub tersebut tidak lolos assesment club licensing.
Bila tidak lolos maka sanksinya, klub itu tidak akan mendapatkan kontribusi material dari LIB.
Artikel Terkait
LIB Gelar EPA Liga 1 Future Stars Camp 2024 Diikuti 54 Pemain dan 18 Pelatih Terbaik
Persija Dinobatkan sebagai Best Academy EPA 2024/2025
EPA Future Star Camp 2025, 18 Pemain Muda Indonesia Berlatih di Klub Spanyol, Siap Jadi Bintang Masa Depan
Pelatih dan Bek Persib U16 Akademi Persib Terbang ke Spanyol Ikuti Program EPA Future Stars
Zainudin Amali Soroti Peran Kompetisi Liga 1 dan EPA dalam Transformasi Sepak Bola Indonesia