"Saya ingin mengatakan bahwa pelatih lokal itu bisa bersaing dengan pelatih asing di Liga 1, asalkan kami mau dan memiliki etos kerja yang bagus dan didukung oleh manajemen," ujar Imran.
Ketekunan dan semangat belajar menjadi prinsip yang terus dipegangnya. Meski pencapaiannya terbilang luar biasa, pelatih asal Ambon ini menganggap perjalanannya masih panjang.
"Perjalanan karier saya masih panjang, jadi saya harus terus belajar," kata pelatih kelahiran 12 November 1978 itu.
Baca Juga: Stadion Gelora Kie Raha Ternate Lolos Verifikasi Liga 1, Malut United FC Kembali ke Kandang
Dengan lima pertandingan tersisa di musim ini, fokus kini tertuju pada laga selanjutnya menghadapi Dewa United FC. Bagi Imran, setiap pertandingan membawa tantangan baru yang perlu disiapkan secara matang.
"Saya tidak mau membebani pemain. Biarkan tim ini berjalan apa adanya. Apapun hasilnya di akhir musim, itulah hasil dari kerja keras kami," ucap Imran.
Artikel Terkait
Diego "Chino" Martinez Makin Tajam di Lini Depan Malut United FC
Datang ke Kie Raha, PSBS Biak Bawa Misi Membalas Malut United FC
Imran Nahumarury Minta Pemainnya Fokus Hadapi Tim Badai Pasifik, Lengah Sedikit Bisa Ambyar
Bawa Oleh-oleh dari Blitar, Persija Geser Malut United FC di Klasemen Sementara Liga 1 2024/2025