SportlinkNews - Sistem peringkat untuk koefisien musiman UEFA menjadi acuan sejauhmana performa tim di kompetisi antarklub di benua Eropa.
Sama halnya dengan sistem perhitungan di kompetisi liga masing-masing negara, UEFA pun juga memiliki sistem perhitungan yang tidak terlalu rumit.
Memang perlu ketelitian dalam proses perhitungan koefisien klub UEFA, tapi secara garis besar merupakan proses yang cukup mudah.
Baca Juga: Timnas U-16 Malaysia Ikut FIFA Youth Series di Swiss, Indonesia Absen
Tim diberikan dua poin untuk setiap kemenangan di setiap kompetisi UEFA (satu poin di babak kualifikasi atau play-off).
Tim mendapat satu poin untuk hasil seri (0,5 poin di babak kualifikasi atau play-off) dan nol untuk kekalahan.
Tim juga diberikan serangkaian poin bonus tergantung pada hasil akhir mereka di fase liga 2024-25.
Baca Juga: Honda Kirim Pembalap Wildcard Kepercayaannya Takaaki Nakagami di GP Prancis
Tim yang berada di puncak klasemen Liga Champions memperoleh tambahan 12.000 poin.
Untuk tim di puncak Liga Europa memperoleh 6.000 poin, sementara tim di puncak Liga Konferensi memperoleh tambahan 4.000 poin.
Bonus berkurang sebesar 0,250 poin untuk setiap posisi di tabel fase liga.
Baca Juga: Inter Milan Pimpin Klasemen Peringkat Koefisien UEFA Usai Menahan Imbang Barcelona di Liga Champions
Tim juga menerima tambahan 1,5 poin untuk mencapai babak 16 besar, sama lagi untuk mencapai perempat final dan semi final.
Jadi, kita ambil contoh Inter Milan yang kini memimpin klasemen koefisien yang baru diumumkan oleh UEFA.
Artikel Terkait
Pemain Indonesia Pertama yang Cetak Gol UEFA Conference League Itu Bernama Kevin Diks
Real Madrid Pimpin Peringkat UEFA Lewati Manchester City dan Bayern Munich
UEFA Selidiki Pemain Bintang Real Madrid, Rudiger Bisa Jadi Mimpi Buruk di Belakang
Trofi UEFA Champions League Sambangi Jakarta, Mimpi Ribuan Fans Tanah Air Terwujud