"Mungkin Yuran menyuarakan di media sosial dengan keras. Hal itu yang bisa saja membuat PSSI dan PT LIB kecewa, tapi semua orang memiliki hak untuk beropini," tuturnya saat ditemui di Padel Ace Arena, Jakarta, Sabtu, 10 Mei 2025.
"Pastinya sangat sedih melihat kolega tidak bisa main bola selama satu tahun, pasti susah buat dia. Hubungan saya dengan dia baik. Kita sering bertemu di lapangan PSM vs Persik. Dia pemain bagus dan berkualitas," ujar mantan bek tersebut.
Dari sudut pandangnya, Arthur menilai, dirinya menikmati liga musim ini karena berjalan dengan baik, bagus, teratur.
Baca Juga: Donovan Michell Bawa Cavaliers Menangkan Laga Krusial di Semifinal Konferensi
Namun, tetapi ada harapan untuk kedepannya akan lebih baik lagi, lebih-lebih terkait kepemimpinan wasit.
"Saya nggak ada hak menilai soal hukuman itu. Saya kembalikan lagi ke PSSI dan PT LIB karena itu kewenangan mereka," imbuhnya.
"Saya selalu berbicara ke pemain Persik dan ofisial bahwa hal-hal seperti itu, tidak perlu terlalu kita ributkan. Lebih baik fokus pada diri sendiri dan kerja maksimal mungkin," ucap Arthur Irawan.
Namun, namanya manusia, katanya, sudah pasti tidak sempurna. Pasti ada khilafnya, sehingga dirinya pun berharap PSSi bisa memaafkan Yuran dan meringankan hukumannya.
Artikel Terkait
Sempat Cedera, Kapten PSM Makassar Yuran Fernandes Berpeluang Tampil Lawan PSIS di Jatidiri
Hasil Liga 1: Borneo FC Ditahan Imbang, Penalti Yuran Fernandes Selamatkan PSM Makassar
Hasil Liga 1: PSM Makassar Dibikin Malu Bali United di Depan Pendukungnya
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra Puji Performa Timnya dalam Melakukan Gol Balasan ke Gawang PSM Makassar
Hasil Liga 1: PSM Makassar Hentikan Perlawanan Malut United, Tiga Gol Bersarang di Gawang Laskar Kie Raha