SportlinkNews - SEA Games selalu menjadi panggung bagi Indonesia untuk mengejar prestasi lintas cabang olahraga. Namun, ada satu hal yang kerap disebut sebagai "pelengkap utama" bagi kesuksesan kontingen, yakni medali emas sepak bola.
Setelah bertahun-tahun gagal mendapatkan emas, raihan SEA Games 2023 lalu menorehkan standar baru.
Karenanya, tanpa medali emas sepak bola, kemenangan dinilai terasa kurang lengkap, ibarat hidangan mewah dengan lauk komplit, tetapi tanpa sambal, ada yang kurang menggigit.
Baca Juga: Islam Makhachev Diincar Kamaru Usman? Javier Mendez Ungkap Lawan Paling Berbahaya
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainuddin Amali di Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
Ia menegaskan bahwa federasi akan terus memberikan dukungan penuh kepada Timnas U-22 agar mampu mempertahankan medali emas yang diraih pada edisi sebelumnya.
Walaupun pemerintah melalui tim review hanya menargetkan perak, PSSI tetap pada keyakinannya bahwa peluang meraih emas kembali sangat terbuka.
Baca Juga: Arema FC Datang Pincang, Malut United Incar Kemenangan di Kie Raha
"Dari dulu kita selalu serius mendukung timnas. Ini juga menjadi harapan Presiden. Dari pengalaman saya, setiap SEA Games, kemenangan di sepak bola itu melengkapi pencapaian kontingen Indonesia secara keseluruhan," ujar Amali.
Ia mencontohkan, sekalipun Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan raihan medali besar, tanpa emas sepak bola, ada nuansa yang terasa kurang. "Tetapi kalau juara umum dan sepak bola emas, itu baru sempurna," tegasnya.
Hal Wajar
Dalam penjelasan lebih lanjut, Amali yang pernah menjabat sebagai Menpora pun meluruskan tentang perbedaan target antara cabang olahraga dan pemerintah. Menurutnya itu adalah hal yang lumrah.
Baca Juga: Bulutangkis Ditargetkan 2 Medali Emas, Begini Respon PBSI
Ia memaparkan bahwa setiap ajang multievent, baik Olimpiade, Asian Games, maupun SEA Games, selalu melibatkan proses evaluasi menyeluruh oleh tim review independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, hingga perwakilan KONI dan KOI.
Cabor akan memasukkan target masing-masing, namun hasil kajian tim review biasanya lebih realistis, dan menurutnya, sering kali memang lebih rendah.
"Contohnya sekarang, 48 cabor total memasukkan target 130 emas, tapi setelah direview hanya sekitar 80. Itu angka yang secara hitungan sudah bisa mempertahankan capaian di Kamboja 2023," ujar Amali.
Baca Juga: Arsenal Perkasa di Liga Inggris dan Liga Champions, Thierry Henry Sampai Tak Mengenali Mantan Klubnya
Ia menegaskan bahwa tingginya target dari cabor tidak perlu diperdebatkan. Target tersebut pada dasarnya dibuat untuk memacu semangat para atlet dan pelatih.
Sementara pemerintah tetap berpegang pada hitungan obyektif tim review untuk memprediksi posisi akhir kontingen Indonesia.
"Cabor tak boleh membantah target pemerintah, tapi internal target mereka tetap boleh tinggi. Misalnya sepak bola, meski pemerintah menargetkan perak, pemain, pelatih, dan ofisial tetap bertekad back to back emas," kata Amali.
Artikel Terkait
Timnas U-22 Kamboja Bikin Geger, Resmi Mundur dari SEA Games
Media Vietnam Bingung Timnas U-22 Indonesia Hanya Incar Medali Perak di SEA Games 33
Jadwal Baru SEA Games 2025, Timnas U-22 Indonesia Hadapi Filipina dan Myanmar
Empat Pemain Diaspora Segera Susul Timnas U-22 di Thailand, Tim Garuda Muda Lengkap Lusa
Timnas U-22 Jalani TC di Chiang Mai, Fokus Periodesasi Terakhir dan Adaptasi Jelang SEA Games 2025