SportlinkNews - Sepak bola akar rumput kembali mendapat sorotan PSSI setelah insiden pengeroyokan wasit terjadi dalam turnamen antarkampung (tarkam) di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
PSSI menilai pertandingan sepak bola di daerah tidak boleh digelar tanpa pengawasan dan koordinasi yang jelas.
Federasi meminta setiap turnamen tarkam terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari PSSI setempat serta menggunakan perangkat pertandingan yang memiliki lisensi agar tidak menimbukan konflik.
Baca Juga: PSSI Minta ILeague Cari Formula Agar Suporter Tamu Bisa Hadir di Laga Panas
Pasalnya, keributan yang terjadi, salah satu persoalannya, dinilai Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi adalah karena penggunaan wasit yang tidak memiliki lisensi. Selain itu, penyelenggara turnamen juga menggelar pertandingan tanpa koordinasi dengan PSSI daerah setempat.
"Terinfo hari ini ternyata juga wasitnya (tarkam) tidak berlisensi. Mereka juga tidak lapor atau tidak meminta rekomendasi dari PSSI tingkatannya, baik itu di tingkat provinsi maupun hingga level ke bawahnya," ujar Yunus di Kemenpora, Jakarta, Rabu, 12 Agustus.
Bagi PSSI, rekomendasi bukan sekadar urusan administrasi. Ada standar pertandingan yang harus dipastikan sejak awal, termasuk pemahaman perangkat pertandingan terhadap regulasi sepak bola.
Baca Juga: LaLiga Gunakan Bola dengan Teknologi Connected Ball Mulai Musim 2026/27
Wasit yang memiliki lisensi dinilai lebih siap mengambil keputusan berdasarkan aturan ketika pertandingan mulai memanas. Kehadirannya diharapkan dapat menekan potensi perselisihan antara pemain, ofisial, maupun penonton.
"Karena ini menyangkut regulasi, aturan yang harus diterapkan dan tentu tentang wasit yang akan memimpin," tegas Yunus.
"Ketika wasit yang memimpin memiliki lisensi dan mengetahui tentang aturan yang ada, mudah-mudahan ini setidaknya meminimalisir keributan-keributan yang terjadi di lapangan," lanjutnya.
Baca Juga: Basket 5x5 Masuk Asian Games 2026, Anggaran Keberangkatan Tetap Rp61 Miliar
Karena itu, PSSI meminta pemerintah daerah maupun masyarakat yang ingin menggelar turnamen sepak bola tidak berjalan sendiri.
Koordinasi perlu dilakukan dengan struktur PSSI di wilayah masing-masing, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, bahkan sampai kecamatan dan desa.
Bila tidak ada rekomendasi dari pihak PSSI di wilayah setempat, Yunus meminta kepolisian tidak menerbitkan izin keramaian untuk turnamen tarkam.
Baca Juga: AS Roma Boyong Bek Timnas Argentina Nahuel Molina
PSSI menginginkan aspek keamanan menjadi perhatian sejak sebelum pertandingan berlangsung. Bukan hanya pemain dan penonton yang harus mendapat perlindungan, tetapi juga wasit serta seluruh perangkat pertandingan yang menjalankan tugas di lapangan.
Artikel Terkait
Pendapatan Liga Indonesia Tembus Rp705 Miliar, Pemasukan PSSI Capai Rp722 Miliar
PSSI dan I League Gelar Match Commissioner Refreshment Super League & Championship 2026/27
PSSI Garansi Keberlanjutan Industri Sepak Bola Putri Lewat Gelaran IWL
PSSI dan Klub Komitmen Lima Tahun, IWL Tak Boleh Kembali Terhenti
PSSI Minta ILeague Cari Formula Agar Suporter Tamu Bisa Hadir di Laga Panas