Tarkam Berujung Keributan, PSSI Minta Polisi Tak Terbitkan Izin Keramaian Tanpa Rekomendasi

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:56 WIB
Ilustrasi Turnamen Kampung (tarkam).
Ilustrasi Turnamen Kampung (tarkam).

SportlinkNews - Sepak bola akar rumput kembali mendapat sorotan PSSI setelah insiden pengeroyokan wasit terjadi dalam turnamen antarkampung (tarkam) di Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

PSSI menilai pertandingan sepak bola di daerah tidak boleh digelar tanpa pengawasan dan koordinasi yang jelas.

Federasi meminta setiap turnamen tarkam terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari PSSI setempat serta menggunakan perangkat pertandingan yang memiliki lisensi agar tidak menimbukan konflik.

Baca Juga: PSSI Minta ILeague Cari Formula Agar Suporter Tamu Bisa Hadir di Laga Panas

Pasalnya, keributan yang terjadi, salah satu persoalannya, dinilai Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi adalah karena penggunaan wasit yang tidak memiliki lisensi. Selain itu, penyelenggara turnamen juga menggelar pertandingan tanpa koordinasi dengan PSSI daerah setempat. 

"Terinfo hari ini ternyata juga wasitnya (tarkam) tidak berlisensi. Mereka juga tidak lapor atau tidak meminta rekomendasi dari PSSI tingkatannya, baik itu di tingkat provinsi maupun hingga level ke bawahnya," ujar Yunus di Kemenpora, Jakarta, Rabu, 12 Agustus.

Bagi PSSI, rekomendasi bukan sekadar urusan administrasi. Ada standar pertandingan yang harus dipastikan sejak awal, termasuk pemahaman perangkat pertandingan terhadap regulasi sepak bola.

Baca Juga: LaLiga Gunakan Bola dengan Teknologi Connected Ball Mulai Musim 2026/27

Wasit yang memiliki lisensi dinilai lebih siap mengambil keputusan berdasarkan aturan ketika pertandingan mulai memanas. Kehadirannya diharapkan dapat menekan potensi perselisihan antara pemain, ofisial, maupun penonton.

"Karena ini menyangkut regulasi, aturan yang harus diterapkan dan tentu tentang wasit yang akan memimpin," tegas Yunus.

"Ketika wasit yang memimpin memiliki lisensi dan mengetahui tentang aturan yang ada, mudah-mudahan ini setidaknya meminimalisir keributan-keributan yang terjadi di lapangan," lanjutnya.

Baca Juga: Basket 5x5 Masuk Asian Games 2026, Anggaran Keberangkatan Tetap Rp61 Miliar

Karena itu, PSSI meminta pemerintah daerah maupun masyarakat yang ingin menggelar turnamen sepak bola tidak berjalan sendiri.

Koordinasi perlu dilakukan dengan struktur PSSI di wilayah masing-masing, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, bahkan sampai kecamatan dan desa.

Bila tidak ada rekomendasi dari pihak PSSI di wilayah setempat, Yunus meminta kepolisian tidak menerbitkan izin keramaian untuk turnamen tarkam. 

Baca Juga: AS Roma Boyong Bek Timnas Argentina Nahuel Molina

PSSI menginginkan aspek keamanan menjadi perhatian sejak sebelum pertandingan berlangsung. Bukan hanya pemain dan penonton yang harus mendapat perlindungan, tetapi juga wasit serta seluruh perangkat pertandingan yang menjalankan tugas di lapangan. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

AS Roma Boyong Bek Timnas Argentina Nahuel Molina

Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:55 WIB
X