Pendapatan Liga Indonesia Tembus Rp705 Miliar, Pemasukan PSSI Capai Rp722 Miliar

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 3 Agustus 2026 | 19:41 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir membacakan pesan dari Presiden RI Prabowo Subianto saat membuka Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin, 3 Agustus.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir membacakan pesan dari Presiden RI Prabowo Subianto saat membuka Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin, 3 Agustus.

SportlinkNews - Pertumbuhan komersial sepak bola nasional mencatatkan rekor baru pada putaran kompetisi musim 2025/26. Nilai pendapatan yang diraih operator kompetisi, I.League secara keseluruhan sukses menembus angka Rp705 miliar per musim.

Lonjakan finansial dari sektor kompetisi tersebut secara langsung memperkuat struktur keuangan seluruh klub peserta. Dampak positif ini dirasakan langsung oleh para kontestan di kasta teratas maupun kompetisi strata kedua.

"Liga itu sekarang pendapatannya per musim sudah Rp705 miliar. Ini hal yang bagus, makanya klub-klub sekarang Liga 1 dan Liga 2 mendapatkan pemasukan yang lebih tinggi lagi dibandingkan jauh sebelumnya," kata Ketua Umum PSSI, Erick.

Baca Juga: Kim Sang-sik: Vietnam Wajib Menang atas Indonesia

Pencapaian pendapatan ini menjadi bukti nyata atas transformasi tata kelola kompetisi yang kian profesional dan akuntabel. Penguatan aset finansial klub diharapkan berimbas pada kualitas pembinaan pemain serta iklim persaingan yang lebih sehat.

Selain pertumbuhan di level kompetisi, laporan keuangan PSSI juga menunjukkan performa yang sangat oke. Berdasarkan hasil proses audit, total pendapatan federasi sepak bola Indonesia untuk tahun berjalan 2026 telah menyentuh angka Rp722 miliar.

"Tadi pidato Bapak Presiden (Prabowo Subianto) disampaikan dana, fasilitas kita akan lakukan. Tetapi kami juga PSSI berbangga, dari Rp722 miliar itu, Rp63 miliar APBN. Sisanya benar-benar kami di PSSI bekerja keras untuk pendanaan itu, baik dari merchandise, sponsor, tiket, dan TV," ucapnya.

Baca Juga: Bangkit! Timnas Voli Putri Indonesia Petik Kemenangan Perdana di SEA V Cup 2026

Kemandirian anggaran yang dicapai PSSI mempertegas efisiensi pengelolaan dana publik yang dikucurkan oleh negara. Bantuan pemerintah diposisikan sebagai akselerator pendukung untuk penyediaan sarana fisik dan fasilitas pelatihan nasional.

Setelah sukses menata sektor kompetisi utama dan tim nasional, PSSI kini mulai mengalihkan fokus pembangunan ke tingkat wilayah. Penguatan kapasitas Asosiasi Provinsi (Asprov) ditargetkan menjadi agenda prioritas berikutnya dalam meratakan kualitas sepak bola.

Skema pemberdayaan daerah akan dilakukan melalui penyerahan hak pengelolaan sejumlah ajang kompetisi regional. Langkah ini dirancang agar kepengurusan di tingkat provinsi mampu menggalang pendanaan secara mandiri.

Baca Juga: Susunan Pemain Vietnam vs Indonesia: Pelatih Kim Sang-sik Cadangkan Dinh Bac, Belajar dari Pelatih Park untuk Menetralisir Indonesia?

Otonomi pengelolaan kompetisi daerah diyakini bakal memicu gairah pembinaan pemain muda secara lebih terstruktur dan berkesinambungan. Asprov tidak lagi sekadar menjadi perpanjangan tangan pusat, melainkan berperan aktif sebagai penggerak ekonomi olahraga daerah.

Sinergi yang erat antara PSSI, pengelola liga, dan kepengurusan daerah diproyeksikan membentuk fondasi piramida yang sangat solid. Pembinaan usia dini di tingkat akar rumput akan terhubung langsung dengan jenjang karier profesional.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X