- Catatan M. Nigara
Wartawan Sepak Bola Senior
SportlinkNews - Terima kasih Ernando Ari dan seluruh skuad Garuda Muda. Terima kasih Shin Tae-yong serta jajaran ofisial Garuda Muda. Meski kita gagal ke Olimpiade Paris 2024, tapi kalian telah memberikan harapan baru bagi sepak bola kita ke depan.
Langkah Garuda Muda terhenti di komplek INF Clairefontaine, Kamis (9/5). Pasukan STY kalah 0-1 dari Guinea, wakil Afrika.
Gol Guinea dicetak Ilaix Moriba lewat tendangan penalti pada menit ke-29, setelah Witan menjatuhkan Algassime Bah.
Laga play off yang disaksikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino itu berjalan cukup imbang.
Ini merupakan kegagalan kedua Indonesia menuju Olimpiade. Februari 1976, Iswadi dan kawan-kawan juga gagal ke Olimpiade Montreal. Laga penentuan di Stadion Utama Senayan, kita kalah dalam drama adu-penalti dengan Korea Utara.
Laga 120 menit, berakhir imbang 1-1, bahkan saat adu penalti, Indonesia sempat unggul 3-2, sayang dua penendang kita, Oyong Liza dan Anjas Asmara gagal. Kita kalah dalam sudden death, Korut akhirnya menang 5-4.
Baca Juga: Apakah Benar Leg Day Bisa Berpengaruh pada Hormon Testosteron? Berikut Faktanya
Wasit...
Sayang laga yang dimainkan sore hari di pusat pembinaan sepak bola Prancis itu, diwarnai sikap wasit yang kurang fair. Ujungnya, STY diberi kartu merah karena melakukan protes.
Awalnya wasit Francois Letexier, asal Perancis menunjuk titik putih kedua. Dewangga yang menggantikan Komang Teguh di babak kedua, dianggap melakukan pelanggatan di dalam kotak penalti.
Namun, dalam tayangan ulang (bukan versi VAR), kaki Dewangga lebih dulu menyentuh bola. Bahkan si kulit bundar terlihat bergerak ke sisi kiri, sedangkan Dewangga menekel dari sisi kanan Algassime Bah.
Baca Juga: Gary Neville Beralih Profesi Jadi Model, Wajah Baru Hawes & Curtis
STY protes pada wasit cadangan. Tak lama wasit tengah berlari sambil mengangkat kartu kuning. STY bertetiak: "Ball, ball, ball!"
Wasit Prancis itu langsung mengangkat kartu merah pada 74.
Artikel Terkait
Ternyata Ada Sepatu Hari Ibu Sneaker, Harga Anta Kai 1 Sekitar Rp2 Juta
Tato Punggung Viral LaMelo Ball Digarap Enam Artis Tiga Hari Beruntun
Real Madrid Bertemu Borussia Dortmund di Final Liga Champions, A Por La 15!
Ronaldo Tak Henti Bikin Rekor Baru, FIFA Soroti Begini
Pecah Tangis Bobby dan Dewi, Keduanya Bikin Melo Porlasi