Suporter Masih Belum Terima Timnas U-23 Indonesia Dikadali Wasit, Arya Mahendra: Stop Rasis

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 11 Mei 2024 | 07:38 WIB
Timnas U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Guinea 1-0, Kamis (9/5). (pssi)
Timnas U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Guinea 1-0, Kamis (9/5). (pssi)

SportlinkNews - Langkah Timnas U-23 Indonesia ke Olimpiade Paris 2024 'tersandera' keputusan kontroversial wasit Francois Letexier. Pengadil asal Prancis itu kerap merugikan Garuda Muda.

Dalam laga play-off Olimpiade Paris 2024, Timnas U-23 Indonesia harus mengakui keunggulan Guinea 1-0, Kamis (9/5).

Gol tunggal Guinea itu diocetak Ilaix Moriba dari titik putih. Guinea mendapat hadiah penalti setelah Witan Sulaeman dianggap melanggara Moriba pada menit 28.

Baca Juga: Aksi Tak Terpuji Netizen Indonesia, Lancarkan Serangan Rasis ke Guinea hingga Salah Akun Instagram

Padahal dalam rekaman video trlihat jelas, tidak ada pelanggaran. Sekalipun gerakan Witan dianggap sebagai pelanggaran, itu terjadi diluar kotak penalti.

Keputusan kontroversial lainnya saat wasit Francois Letexier memberikan hadiah penalti kedua untuk Guinea. Itu terjadi jelang babak kedua usai setelah Dewangga menjatuhkan lawan.

Tapi, dalam tayangan ulang, terlihat jelas tekelan Dewangga sangat bersih. Itu yang membuat Shin Tae-yong diacungi kartu merah setelah protes keras ke wasit.

Baca Juga: Kekalahan Timnas U-23 Indonesia dari Guinea Jadi Laga Terakhir 7 Pemain, Ada Nathan Tjoe-A-On

Kontan berbagai keputusan ghaib wasit itu membuat suporter Indonesia kecewa. Warganet pun memanjat media sosial dengan menghujat wasit Francois Letexier.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Mahendra Sinulingga meminta para suporter tenang. Arya mengatakan para suporter pun harus mampu menerima kekalahan tersebut.

Dia mengatakan para pemain dan tim kepelatihan Shin Tae-yong telah berbesar hati menerima kekalahan.

Baca Juga: Kemenpora Apresiasi Perjuangan Timnas Garuda Muda: Kerja Keras Mereka Sangat Luar Biasa

Timnas U-23 Indonesia telah berjuang maksimal dalam upaya kualifikasi menuju Olimpiade. Namun, hasil akhir belum berpihak kepada Marselino dan kawan-kawan.

"Para pemain pulang dengan kepala tegak dan legawa menerima kekalahan. Jadi, kita berharap para suporter pun melakukan hal yang sama," ujar Arya, Jumat (10/5).

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X