- M. NIGARA
Wartawan Sepakbola Senior
Sportlinews - Gregetan dan sebal. Begitu perasaan saya ketika menyaksilan Skuad Garuda yang menjamu Laos, Kamis (12/12/24) malam di Stadion Manahan, Solo. Meski bermain di rumah sendiri, Muhanmad Ferarri hanya mampu bermain imbang 3-3.
Hasil ini membuat langkah kita menjadi lumayan berat, apa lagi Ahad (15/12/24) kita harus bertandang ke Markas Golden Star Warrior, Vietnam.
Secara faktual, selain Thailand, Vietnam adalah negara yang paling sulit kita taklukan. Apalagi saat ini, ada kecemburuan luar biasa terhadap timnas senior kita dari negeri yang masih tetap berhaluan komunis itu.
Baca Juga: Kartu Merah Marselino Ferdinan di Laga Timnas Indonesia Vs Laos Jadi Sorotan Jurnalis ESPN
Wasit Hiroki Kasahara dari Jepang yang memimpin laga, menambah gregetan dan kesebalan saya saat menyaksikan laga itu. Meski lebelnya dari Jepang, saya menilai Kasahara jauh dari wasit bersertifikat FIFA. Maaf ini, saya melihat Kasahara sama sekali tak pantas memimpin event internasional.
Sejak awal, wasit Jepang itu sudah memperlihatkan berat sebelah. Berulang-ulang, sang wasit yang sering terlihat terengah-engah setelah berlari hilir-mudik. Puncaknya ketika ia secara gagah perkasa langsung mengesahkan gol ketiga Laos.
Gol Peter Phanthavong di menit-77.
Kasat mata, bola sesungguhnya sudah melewati garis belakang. Alih-alih meniupkan peluit tanda out bahkan tanpa ragu justru mengesahkan gol itu untuk membuat skor 3-3. Anehnya lagi, wasit di ruang VAR pun tidak meminta sang wasit untuk melihat rekaman.
Baca Juga: Hasil Piala ASEAN 2024: Indonesia Bermain Imbang dengan Laos
Kasus ini mengingatkan saya saat Indonesia menghadapi Bahrain di Prakulifikasi Piala Dunia. Wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf saat, Kamis (10/10), berulang-ulang merugikan timnas kita. Puncaknya, ia membiarkan pertarungan terus berlangsung meski 6 menit injury time telah lewat jauh.
Saat itu, wasit Al Kaf juga secara terang-terangan berpihak pada tuan rumah Bahrain. FIFA sendiri tidak melakukan apa pun, termasuk melakukan investigasi. Bahkan, FIFA belum secara tegas menolak permintaan Bahrain saat mengusulkan laga away melawan Indonesia di tempat netral.
Liga-liga lokal, Persija mengalami hal serupa dengan saat kita bertemu Bahrain. Meski masa injury time sudah lebih dari tujuh menit sebagaimana diberikan perpanjangan, wasit tenang saja. Tapi, begitu Borneo berhasil menjebol gawang Andritani, 1-1, peluit panjang ditiupkan.
Baca Juga: Hasil Piala ASEAN 2024: Vietnam Belum Puas Tekuk Laos 4-1
Ya, wasit yang 'rabun ayam' (melihat samar-samar di saat senja turun), ternyata sangat menyakitkan bagi mereka yang dirugikan. Timnas Garuda, senior dan U22, serta Persija, harus menanggung derita. Anehnya, Komisi Wasit FIFA dan PSSI, belum juga ingin melakukan apapun.
Pas-Pasan
Lepas dari Hiroki Kasahara, wasit dari Jepang yang ternyata menderita 'rabun ayam' itu, anak-anak asuhan STY ternyata jauh dari istimewa. Bahkan saya tak ragu untuk menyebut mereka bermain 'pas-pasan'.
Artikel Terkait
Ruben Amorim Terapkan Rotasi Pemain, Hanya Satu Pemain Manchester United yang Mengeluh
Gregoria Mariska dan Akane Yamaguchi Gagal ke Semifinal BWF World Tour Finals 2024
Striker Vietnam Puji Timnas Indonesia: Laga ASEAN Cup 2024 Bakal Sulit
Penyerang Persib Ciro Alves Akui Malut United Tim yang Sangat Berbahaya
Road to MotoGP: Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dan MK Ramadhipa akan Membalap di Eropa Sepanjang 2025