SportlinkNews - Demi membangun ekosistem sepak bola Indonesia, PSSI berencana untuk menggelar pelaksanaan Piala Presiden dengan konsep berbeda di Juli 2025.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada perhelatan ke-7 nanti, PSSI akan mencoba mengundang klub-klub dari luar negeri yang memiliki pemain nasional Indonesia didalamnya untuk tampil di Indonesia.
"Kami mencoba membangun ekosistem dan apresiasi kepada klub-klub, dengan banyaknya pemain kita yang main di banyak tempat. Tentu kami mengharapkan, para pemain kita di luar negeri itu tidak sekedar digunakan untuk komersialisasi," kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2025.
Baca Juga: Red Sparks Hadapi Krisis, Cedera Vanja Bukilic Jadi Tantangan Baru
Selama ini yang terjadi, banyak pemain Indonesia khususnya pemain Timnas yang direkrut klub-klub luar negeri tetapi tidak untuk dimainkan.
Klub-klub tersebut hanya menjadikan pemain Timnas untuk sekedar menaikan keterikatan media sosialnya atau sekedar menaikkan "awarness" pecinta sepak bola Indonesia dari klub-klub tersebut.
"Kami mengharapkan pemain-pemain kita yang bermain di klub-klub itu benar-benar bermain. Atau, paling tidak menjadi pilihan untuk dimainkan," tambahnya.
Baca Juga: Trent Alexander-Arnold Dipastikan Gabung Real Madrid dengan Kontrak 4 Tahun
"Nah, tentu ini yang kita dorong insentifnya. Bahwa kalau mereka serius memberi kesempatan untuk para pemain kita bermain, ya kita sebagai PSSI harus harus memberi penghargaan yang positif bahwa ayo datang ke Indonesia, ayo bangun sepak bola kita bersama-sama," ucapnya kemudian.
Dengan bermain ke Indonesia nanti, menurut Erick, bukan tidak mungkin, klub-klub luar negeri tersebut memiliki "sister club" di Indonesia. Mereka juga bisa memberi kesempatan para pemain skuat Garuda diklubnya bisa ditonton oleh seluruh suporter yang ada di Indonesia.
"Niatannya itu. Jadi, kami ingin coba menjembatani bagaimana komitmen klub-klub tersebut dengan nilai-nilai yang kita punya," ujar Erick lagi.
"Supaya kita coba bangun ekosistemnya, seperti yang saya sampaikan. Dan kita ingin mereka juga serius menjadi bagian dari pada pembangunan sepak bola Indonesia," pukasnya.