SportlinkNews - Real Madrid berada di posisi terdepan untuk mencapai final Copa del Rey. Tiket dipastika setelah menang tipis 1-0 atas Real Sociedad pada leg pertama di Reale Arena, Kamis 27 Februari 2025 dini hari WIB.
Los Blancos berhasil mengamankan kemenangan meskipun tidak diperkuat pemain seperti Thibaut Courtois, Federico Valverde, dan Kylian Mbappe, yang merupakan bukti kualitas kedalaman skuat yang dimiliki Carlo Ancelotti.
Terkait pertandingan, Ancelotti mengungkapkan rasa senangnya atas hasil tersebut, seperti yang dilaporkan Diario AS.
Baca Juga: Real Madrid Pilih Barcelona atau Atletico di Copa del rey
“Hari ini kami melakukan rotasi, tetapi kami tetap solid. Kami kompak dan bermain sangat baik dalam bertahan, dengan solidaritas. Kami bermain dengan baik, meskipun ada rotasi," kata Ancelotti.
Ia menilai Endrick Felipe Moreira de Sousa telah berkontribusi banyak. Penyerang asal Brasil itu telah menyumbangkan satu gol.
Pemain lain yang mendapat sorotan adalah Arda Guler. Gelandang Turki ini telah bekerja sangat baik di posisinya dan banyak membantu dalam aspek bertahan.
Baca Juga: Kyrie Irving tentang Bermain selama Ramadan: Ada Tuhan yang Melindungi Saya
"Kami harus puas. Itu adalah pertandingan yang intens, melawan lawan yang memberikan segalanya dan kami mendapatkan hasil yang bagus untuk leg kedua,” pungkas Ancelotti.
Ancelotti juga berbicara tentang insiden yang melibatkan dua pemainnya.
Vinicius Junior menjadi sasaran pelecehan rasis, sementara Raul Asencio menerima teriakan "Asencio, mati" selama babak pertama, dan hal itu akhirnya menyebabkan ia digantikan di babak kedua.
Baca Juga: Juventus Memalukan, Tidak Pantas Lolos ke Coppa Italia
"Saya pikir wasit bertindak dengan baik. Vinicius berbicara kepada wasit, menghentikan pertandingan, dan mengaktifkan protokol. Ia melakukannya dengan baik," terang Ancelotti.
"Itulah yang harus ia lakukan. Saya mengeluarkan Asencio karena dua hal: ia terpengaruh (oleh teriakan) dan ia mendapat kartu kuning. Tidak ada yang suka diteriaki 'mati'. Jadi ia terpengaruh. Saya lebih suka mengeluarkannya, karena perasaannya dapat memengaruhinya."