"Pertama-tama, saya kecewa dengan cara kami memulai permainan."
"Saat bermain di kandang sendiri, seharusnya kami tidak boleh kebobolan gol buruk setelah lima menit."
"Itu membuat segalanya menjadi lebih sulit," tambahnya.
Pelatih berusia 50 tahun itu juga menyoroti lemahnya lini pertahanan timnya.
Baca Juga: Marc Klok: Persib Harus Bangkit, 9 Laga Lagi Semua Final
Ia menyayangkan bagaimana para pemain belakang gagal mempertahankan momentum setelah gol penyeimbang dari Romeny.
"Setelah kami menyamakan kedudukan, kekecewaannya adalah kami tidak bisa mempertahankannya lebih lama," ujar Rowett.
"Seharusnya kami bisa lebih solid dan mempertahankan momentum."
Baca Juga: Media Italia Beri Pujian Selangit untuk Tembok Venezia Jay Idzes, Bungkam Top Skor Serie A
"Kami sempat memiliki dorongan besar setelah skor kembali 2-2, tapi kemudian kami kebobolan penalti yang membuat segalanya semakin sulit," lanjutnya.
Hasil buruk ini semakin memperumit posisi Oxford United di papan klasemen Championship.
Saat ini, mereka tertahan di peringkat ke-18 dengan koleksi 38 poin dari 35 pertandingan.
Baca Juga: German Open 2025: Rehan/Gloria Hadapi Tantangan Berat di Final, Siap Mati-matian
Dengan kondisi ini, Oxford United harus segera bangkit untuk menghindari ancaman zona degradasi.