SportlinkNews - Aturan baru untuk penjaga gawang telah disahkan, namun bagaimana menerapannya di lapangan dan bagaimana wasit akan menjalankannya?
Aturan waktu delapan detik yang sudah disahkan pada pertemuan umum tahunan di Irlandia Utara awal bulan ini adalah bagian dari upaya untuk mengurangi pemborosan waktu.
Dari uji coba yang dilakukan di Liga Inggris, Italia, dan Malta, ternyata aturan ini dinilai dibutuhkan.
Karena selama uji coba, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (Ifab) melihat hanya ada empat kasus di mana penjaga gawang dihukum karena melanggar aturan '6 detik' yang berlaku saat ini, padahal ada ratusan kiper yang melakukan pelanggaran.
Baca Juga: Cuaca Buruk, Pertandingan Villarreal Vs Espanyol Ditunda, Beberapa Pihak Gagal Paham
Hukum ini pun diputuskan berlaku untuk musim 2025/2026 pada akhirnya.
Di mana hal ini berlaku?
Peraturan ini akan diterapkan di seluruh dunia pada tanggal 1 Juli, di semua level permainan dari elit hingga amatir.
Namun, sebelumnya Piala Dunia Antarklub FIFA, pada 15 Juni hingga 13 Juli akan menjadi laga perdana penerapan aturan ini.
Di mana Ederson, Stefan Ortega, Robert Sanchez, dan atau Filip Jorgensen akan mengatasi hitungan mundur untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Juventu 2-0 Verona: Khephren Thuram Dedikasi Gol Khusus untuk Sang Kakak
Bagaimana para wasit akan menghukumnya?
Wasit akan menghukum penjaga gawang yang memegang bola lebih dari delapan detik dengan memberikan tendangan sudut kepada lawan.
Bagaimana para wasit akan beri peringatan?
Penjaga gawang akan diperingatkan oleh wasit ketika mereka memiliki lima detik tersisa untuk menyingkirkan bola.
Wasit akan mengangkat lengannya dan memulai hitungan mundur secara visual dengan tangannya.
Baca Juga: Klasemen Serie A: Hanya 8 Poin yang Memisahkan 5 Tim Teratas untuk Meraih Scudetto
Apakah ini sudah menjadi aturan?
Sudah diputuskan. Tapi berkaca dari aturan-aturan sebelumnya, jarang sekali ditegakkan.
Seperti peraturan yang berlaku saat ini, yang menyatakan bahwa jika seorang penjaga gawang menahan bola selama enam detik, maka tendangan bebas tidak langsung akan diberikan kepada lawan. Nyatanya tidak selalu dilakukan wasit.
"Jika itu mempercepat permainan, dan hasilnya lebih positif, maka arti itu bisa menjadi salah satu pencegah (pelanggaran) yang sangat efektif," kata Direktur teknis Ifab, David Elleray dikutip dari The Times.
Baca Juga: Tahukah Anda 5 Manfaat Jalan Kaki Berdasarkan Sport Science
Salah satu contohnya kata dia, saat pertandingan Manchester United vs Brighton di Old Trafford pada September 2023 lalu.
Di mana kiper Brighton, Jason Steele menguasai bola selama rata-rata 14,8 detik, dibandingkan dengan rata-rata Andre Onana, kiper MU, yang hanya 4,8 detik.
Sayangnya, kelemahan aturan ini masih ada, mengingat belum adanya data statistik Opra yang tersedia untuk metrik kiper.
Sementara ini statistik kiper yang dinilai membuang-buang waktu hanya bisa dilihat manual, dengan memutar lagi pertandingan secara semi-reguler.
Baca Juga: Terekam Pesta Liar Pemain Fulham di Ruang Ganti Manchester United
"Ini jelas mengubah permainan menjadi lebih baik dan mempercepat permainan," kata mantan kiper Manchester United, Mark Bosnich.
"Saya ingat ketika tim-tim biasanya hanya mencetak gol dan kemudian berbalik dari garis tengah lapangan dan melesakkannya kembali ke kiper mereka," ujarnya.
"Aturan ini jelas meningkatkan nilai hiburan dari permainan. Saya selalu mengatakan kepada para kiper muda, mereka harus bertanggung jawab ketika bola datang ke mereka, apakah itu ke tangan atau kaki Anda, dan Anda harus segera mengambil keputusan," tukasnya menambahkan.