SportlinkNews - Bintang sepak bola West Ham United Mohammed Kudus mengaku dirinya merasa bertanggung jawab untuk menginspirasi generasi muda berikutnya di tanah kelahirannya, Ghana.
Tumbuh sebagai anak muda di Nima, Ghana, Mohammed Kudus dulu bermimpi mengikuti jejak rekan senegaranya Michael Essien dan Sulley Muntari dan bermain di Liga Primer.
Mimpi itupun terwujud berkat kerja kerasnya. Kudus kini menjadi gelandang serang yang disegani lawan.
Baca Juga: Hadapi Southampton, Arne Slot Minta Dukungan Suporter untuk Pemainnya yang Kelelahan
"Saya tumbuh di Nima. Itu daerah kumuh, mungkin seperti Ghetto," kata Kudus. "Anda harus sangat tangguh untuk bertahan hidup di daerah seperti itu," lanjutnya.
"Untuk memulai dari Nima dan kemudian meninggalkan rumah sangat awal membutuhkan banyak disiplin dan pengorbanan untuk tetap di jalan itu dan tidak kehilangan jiwa Anda."
"Menjadi pemain Liga Primer sangat berarti bagi saya. Saya merasa ini juga merupakan tanggung jawab bagi saya karena tumbuh bersama Michael Essiens dan semua pemain ini, Muntari, yang bermain di Liga Primer, menjadi sumber motivasi bagi saya."
Baca Juga: Usai Kencan, Tyson Fury Bikin Masalah Akhirnya Kena Tilang
"Saat ini saya juga berada di posisi ini, saya mencoba [untuk] melihat ke belakang dan membuat para pemain yang datang dari Nima sekarang percaya bahwa mereka dapat melakukannya lebih baik daripada saat ini."
"Namun, itu juga disertai dengan tanggung jawab tentang bagaimana saya menyoroti asal usul saya, bagaimana saya membawa diri, dan bagaimana saya mewakili Ghana dan Nima secara keseluruhan," ungkap Kudus.
Kudus telah menepati janjinya dan mengambil kesempatan untuk menyoroti tanah kelahirannya pada bulan Desember ketika ia merayakan golnya melawan Brighton & Hove Albion.
Baca Juga: Apes, YouTuber Kesohor Bikin Ringsek Mobil Balap Formula E
Dalam selebrasinya, Kudus memilih kursi kayu dengan ukiran gajah dari belakang gawang dan kemudian duduk di atasnya bersama rekan setimnya Crysencio Summerville.
Saat itu Kudus berkata, "Itu akar saya. Di tempat asal saya, para kepala suku dan raja, mereka duduk di bangku tempat asal mereka."