Fabregas juga menegaskan bahwa mencetak gol di menit-menit akhir adalah karakteristik tim-tim besar yang sudah terbiasa dengan tekanan.
"Milan mencetak banyak gol di menit-menit akhir merupakan hal yang normal; mereka adalah tim Liga Champions," tambahnya.
Baca Juga: Thomas Tuchel Panggil 26 Pemain untuk Timnas Inggris
Sementara itu, Como yang baru menjalani musim perdananya di Serie A masih dalam tahap perkembangan.
Fabregas pun menyadari bahwa timnya butuh waktu untuk mencapai level tertinggi.
"Di sisi lain, kami berada di tahun pertama kami di Serie A dan perlu berkembang."
Baca Juga: Inter Tiru Mourinho dengan Basis Musim Panas UCLA untuk Piala Dunia Antarklub FIFA
"Ini lebih merupakan masalah waktu daripada kualitas," pungkasnya.
Dengan strategi yang telah disiapkan oleh Fabregas, pertandingan antara AC Milan dan Como 1907 diprediksi akan berjalan menarik.
AC Milan tentu tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri, sementara Como bertekad mencuri hasil positif untuk menjauh dari zona degradasi.
Baca Juga: Megawati Punya Tiga Pilihan Masa Depan, Tidak Daftar Kuota Pemain Asing di Liga Voli Korea
Mampukah Fabregas benar-benar mengantarkan Como tampil mengejutkan seperti PSG? Ataukah AC Milan akan membuktikan kualitasnya sebagai tim papan atas Serie A?
Jawabannya akan tersaji di San Siro pada akhir pekan ini.