Mantan pelatih Madura United itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menjadi asisten pelatih di Timnas Indonesia.
Baca Juga: Timnas Sepak Bola Pantai Indonesia Matangkan Persiapan untuk AFC Beach Soccer Asian Cup 2025
Menurut Widodo, ia sudah cukup memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih, termasuk ketika ia mendampingi Alfred Riedl saat menangani Timnas Indonesia pada 2010.
"Jika nanti diundang menjadi asisten, rasanya tidak," ucapnya.
"Pertama, saya masih melatih sebagai pelatih kepala Persijap Jepara. Untuk posisi asisten, sebaiknya diberikan kepada pelatih yang lebih muda. Beri mereka kesempatan."
Baca Juga: 4 Pemain Timnas Indonesia Mulai Bertolak ke Australia untuk Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026
Widodo menilai bahwa regenerasi dalam staf kepelatihan sangat penting untuk memberikan peluang bagi para pelatih muda untuk berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, Widodo lebih banyak memberikan pendapat mengenai klub-klub Liga 1 dan pemain-pemain potensial.
"Kali ini saya hanya diminta pendapat mengenai tim-tim yang bagus di Liga 1 dan para pemainnya," ujarnya.
Baca Juga: Thom Haye Antusias Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Selain itu, Widodo mengaku memiliki kesan yang baik terhadap Kluivert dan jajaran staf kepelatihannya.
"Mereka semua rendah hati dan ramah," katanya.
Widodo juga menambahkan bahwa diskusi yang berlangsung terasa nyaman karena dirinya dan Kluivert memiliki latar belakang sebagai pelatih dan juga seusia.
Baca Juga: Stefano Pioli Dihujat Fan Al Nassr, Dinilai Halangi Cristiano Ronaldo Cetak Gol ke-929
"Dia tahu saya pelatih, dan dia juga pelatih, jadi tidak ada batasan dalam berdiskusi. Apalagi kami seusia," imbuhnya.