sepak-bola

Kualifikasi Piala Dunia 2026 Indonesia Vs Bahrain: Tenang dan Jangan Berlebihan...

Selasa, 25 Maret 2025 | 07:35 WIB
Wartawan sepak bola senior M. Nigara berharap Rizky Ridho dan Marselino Ferdinan dimainkan sejak menit awal. (SportlinkNews)

  • Catatan Sepak bola 
  • M. Nigara
    Wartawan Sepakbola Senior

SportlinkNews - Stay Calm and don,t overreact. Ya, (Tenang dan Jangan Berlebihan). Saya sengaja memilih kalimat ini untuk mengawali tulisan Indonesia Vs Bahrain, Selasa 25 Maret 2025 malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Benar, laga ke-8 di Grup C, Kualifikasi Piala Dunia, zona Asia, sangat penting bagi kelanjutan asa timnas Indonesia untuk bisa lolos ke Piala Dunia, masih terbuka.

Benar, Kamis (20/3/25) yang lalu, timnas kita baru dirujak Australia, 5-1. Benar, kita akan berlaga di rumah sendiri. Dan, benar, Patrick Kluivert, dalam tekanan besar.

Baca Juga: Maarten Paes Dicadangkan, Emil Audero Berpeluang Jadi Starter Lawan Bahrain

Sungguh, semua itu tidak perlu ditanggapi secara berlebihan hingga menghabiskan energi dan membuat kepala menjadi lebih berat.

Jika kita tak mampu keluar, maka petaka besar pasti akan kita hadapi. Walau demikian, semua kendala tetap harus dijadikan pelajaran yang sangat berharga.

Pelajaran atas keteledoran ketika memghadapi Australia, mutlak harus bisa diatasi.

Baca Juga: Timnas Indonesia Bisa Salip Arab Saudi di Klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Syaratnya

Jangan Alergi
Idealnya, apa yang sudah baik saat ditangani Shin Tae-yong, dilanjutkan. Utamanya skuat pertahanan, yang dirombak oleh Kluivert dan menimbulkan bencana.

Rizky Rhido, misalnya. Secara faktual, jantung pertahanan kita lumayan kokoh dengan duet Rizky dan Jay Idzes. Harapannya, keduanya diduetkan lagi.

Lalu Calvin Verdonk dan Justin Hubner, menambah kokoh lini belakang kita. Kalau pun Kevin Dicks akan tetap dimainkan, ia menurut hemat saya bisa digeser agak kedepan.

Baca Juga: Australia Dekati Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Timnas Indonesia, China Bisa Jadi Penentu

Nah, kelemahan paling terasa saat STY adalah kita tidak memiliki goal getter yang benar-benar bisa diandalkan. Faktor inilah yang menurut hemat saya harus menjadi titik utama Kluivert.

Hadirnya Ole Romeny, diharapkan dapat mengisi kekosongan pencetak gol, namun dalam laga melawan Australia itu, Romney tidak terlihat 'beringas'. Bahkan gol yang dicetaknya sebagai hiburan, juga tidak melalui proses yang indah.

Halaman:

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB