Ia juga menjadi gelandang pertama sejak Colin Bell yang mencapai tonggak sejarah itu untuk City saat ia melakukannya pada bulan April 2024.
2. Raheem Sterling – 125 kontribusi dalam 194 pertandingan, 85 gol, 40 assist
Meski sudah lebih dulu hadir di Etihad selama satu musim sebelum kedatangan Pep, namun kemudian Pep Guardiola membentuk Sterling menjadi pemain sayap dengan hasil yang konsisten di ujung lapangan.
Baca Juga: BCL Asia 2025: Pelita Jaya Gulung NS Matrix Deers Setelah Tertinggal 20 Poin
Setelah tujuh gol dan enam assist pada musim 2016/17, pengaruh Sterling di sepertiga akhir lapangan meningkat pesat pada musim kedua Pep.
Sebanyak 18 gol dan 11 assist Sterling sangat membantu dalam membuat perbedaan antara tim yang berada di posisi ketiga pada musim sebelumnya dan tim yang memecahkan rekor pada musim 2017/18.
Konsistensi di depan gawang terus berlanjut selama empat musim berikutnya, dengan torehan 20 golnya pada musim 2019/20 yang menjadi pencapaian tertinggi dalam kariernya.
Baca Juga: Ratusan Ribu Orang Berjejer di Jalan Sambut Pesta Juara Newcastle
3. Sergio Aguero – 103 kontribusi dalam 125 pertandingan, 82 gol, 21 assist
Aguero sudah menjadi legenda City saat Pep Guardiola datang setelah menjadi bintang dalam dua gelar Liga Primer.
Pemain Argentina itu tetap menjadi salah satu nama pertama di tim utama sang pelatih hingga akhir musim 2019/20, mencetak 78 gol dalam empat musim.
Baca Juga: Sergio Aguero Nyaris Celaka di Sirkuit, Bukannya Kapok Malah Ingin Bikin Tim Balap Formula E
Ia juga menyumbang assist, mencatatkan tujuh assist tertinggi pada musim 2018/19.
4. Erling Haaland – 100 kontribusi dalam 94 pertandingan, 84 gol, 16 assist
Pemain Norwegia itu telah mencatatkan kecepatan luar biasa dalam hal mencetak gol dalam tiga periode pertamanya di Manchester City.