Dalam kasus tersebut, Paratici terbukti melakukan manipulasi nilai transfer pemain saat masih di Juventus, guna memperindah laporan keuangan klub.
Baca Juga: Libur Idulfitri, Denny Landzaat Mudik ke Pulau Buru Maluku, Disambut Meriah Warga Desa
Akibatnya, ia dijatuhi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan FIFA yang berlaku hingga 30 Juli.
Selama masa skorsing itu, Paratici dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola profesional, termasuk negosiasi pemain, pertemuan dengan agen, dan kontak dengan klub lain.
Masalah utama bagi Milan adalah Paratici tidak bisa bekerja ketika bursa transfer musim panas dibuka pada 1 Juni, yang justru merupakan periode krusial untuk aktivitas direktur teknik.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan dan Klasemen Timnas Indonesia di Piala Asia U17 Usai Kalahkan Korea Selatan
Jika tetap direkrut, ia berpotensi tidak memberikan kontribusi sama sekali dalam fase penting pembangunan tim.
Situasi semakin rumit karena ada kemungkinan durasi skorsing Paratici diperpanjang setelah agenda dengar pendapat pada pertengahan bulan ini.
Milan kabarnya meminta ada klausul pemutusan kontrak otomatis jika Paratici nantinya divonis bersalah secara hukum.
Baca Juga: Menang 1-0, Timnas U17 Indonesia Akhiri Rekor Buruk Lawan Korea di Piala Asia U17
Namun, kubu Paratici menolak klausul tersebut.
Dengan negosiasi yang menemui jalan buntu, Milan kembali ke titik awal dalam pencarian direktur teknik.
Beberapa nama kembali muncul sebagai kandidat, seperti mantan direktur teknik Lazio, Igli Tare, serta dua nama dari Serie A lainnya, yakni Tony D’Amico (Atalanta) dan Giovanni Manna (Napoli).
Di antara ketiganya, Tare disebut sebagai opsi paling realistis mengingat Milan pernah nyaris mengamankannya.