Catatan Sepak Bola Putaran Final Piala Asia U-17
- M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior
SportlinkNews - Luar biasa. Tampil dengan indah, Garuda Muda yang diarsiteki Nova Arianto, mantan salah satu asisten Shin Tae-yong, membuat sejarah besar untuk sepak bola Indonesia.
Menang 4-1 atas Yaman di laga kedua Grup C, putaran Final Piala Asia U-17, sekaligus kualifikasi Piala Dunia 2025, Indonesia menjadi negara ke-39 yang lolos ke Qatar. World Cup 2025, here we come.
Secara faktual, Evandra Florasta dan kawan-kawan, menjadi timnas kedua yang akan tampil di Piala Dunia.
Baca Juga: Lawan Afghanistan U17, Tim Nasional U17 Indonesia akan Lakukan Rotasi Besar
Tahun 1978, Bambang Nurdiansyah, Mundari Karya, David Sulaksmono dkk, beruntung bisa tampil di putaran final Piala Dunia yunior, Tokyo.
Mereka menggantikan Irak, juara Asia yang menolak tampil di Kejuaraan Dunia yang disponsori CocaCola, dan Korea Utara, peringkat 3 Asia yang menolak menggantikan Irak karena tidak punya hibungan diplomatik dengan tuan rumah, Jepang.
Tajam
Lepas dari keberhasilan Putu Panji Patriawan dkk merujak Yaman, saya melihat strategi Nova sangat tepat. Selain memiliki pertahanan yang kokoh, Garuda muda juga lumayan tajam.
Baca Juga: Muhammad Gholy Bersinar saat Indonesia Kalahkan Yaman, Garuda Muda Lolos ke Piala Dunia U17 2025
Total 6 gol yang mereka bukukan, namun sayang, 2 gol awal dibatalkan karena offside. Zahaby Gholy dan Mierza Fijatullah pada menit 4 serta 10.
Gholy sendiri akhirnya kembali mencetak gol lewat tendangan voli yang indah di menit-15. Sepuluh menit kemudian Fably Alberto lewat tandukan kerennya menjebol gawang Yaman yang dikawal Wesam Fuad Al-Asbahi untuk keempat kali.
Dua gol lainnya dicetak babak kedua lewat eksekusi penalti, Evandra Florasta menit-87. Dua menit kemudian, Evandra kembali membobol gawang Yaman, dan itu merupakan gol ketiganya dalam dua laga putaran final Piala Asia dan kualifikasi piala dunia Qatar, 2026.
Baca Juga: Ilmu di Balik Latihan Petinju: Mengungkap Kekuatan di Dalam Dirinya
Jujur, tidak bermaksud menyanjung karena ini adalah langkah awal, sudah lebih dari 20 tahun, di dalam event resmi, inilah timnas pertama yang mampu menjebol gawang lawan 6 kali, meski 2 gol dinyatakan offside.