SportlinkNews - Lionel Messi dikenal sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Selama kariernya, pemain asal Argentina ini telah mengukir sejumlah prestasi gemilang di level individu, klub, maupun tim nasional.
Di panggung individu, Messi tercatat sebagai peraih Ballon d'Or terbanyak sepanjang sejarah, dengan koleksi delapan trofi.
Baca Juga: Habis Sudah Wakil Tunggal Putri Indonesia di Badminton Asia Championships 2025
Di level klub, ia sukses mempersembahkan empat gelar Liga Champions untuk Barcelona.
Sementara bersama Timnas Argentina, La Pulga mencapai puncak kejayaan dengan meraih gelar juara Piala Dunia 2022 di Qatar.
Gelar tersebut melengkapi koleksi prestasi Messi sebagai pesepak bola, menempatkannya dalam jajaran legenda sejati olahraga ini.
Namun di balik semua pencapaiannya, Messi tetaplah manusia biasa yang juga memiliki sisi emosional.
Hal itu diungkapkan oleh mantan rekan setimnya di Barcelona, Marc-André ter Stegen.
Dalam wawancara bersama AS.com, kiper asal Jerman tersebut membagikan pengalamannya mengenai dinamika hubungan dengan Messi selama delapan tahun kebersamaan di klub.
Baca Juga: Bulutangkis Dipastikan Masuk Olimpiade Los Angeles 2028
Menurut Ter Stegen, meskipun tidak pernah terlibat pertengkaran terbuka, dirinya dan Messi pernah mengalami masa-masa penuh ketegangan.
Keduanya sempat kesal satu sama lain, dan hal tersebut tercermin dalam interaksi di lapangan.