Kaka Prediksi Masa Depan Lamine Yamal Bisa Berubah Total Usai Final Piala Dunia 2026

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 19 Juli 2026 | 18:59 WIB
Lamine Yamal pemain muda Spanyol di Piala Dunia 2026. (FIFA)
Lamine Yamal pemain muda Spanyol di Piala Dunia 2026. (FIFA)

SportlinkNews - Legenda sepak bola Brasil, Ricardo Kaka, membagikan memori mengenai momen paling menentukan sepanjang karier profesionalnya di lapangan hijau. Ia secara spesifik mengenang momen sakral saat tangannya berhasil menyentuh trofi Piala Dunia.

Perjalanan spiritual Kaka menuju puncak dunia sejatinya telah dirajut sejak masih muda. Ia tercatat sempat merasakan kepedihan mendalam saat menyaksikan negaranya menelan kekalahan dramatis pada Piala Dunia 1998.

Nasib baik kemudian berbalik saat Kaka dipercaya masuk skuad legendaris pada usia 20 tahun. Keberhasilan Selecao merengkuh gelar juara dunia kelima di Yokohama, Jepang, menjadi pembuka jalan bagi kesuksesan kariernya di masa depan.

Baca Juga: Statistik Menarik Perjalanan Spanyol dan Argentina di Piala Dunia 2026

Pernyataan emosional itu merujuk pada keberhasilan Brasil merengkuh gelar juara dunia kelima di Jepang. “Mengangkat trofi itu adalah momen paling menggembirakan dalam hidup saya,” kata Kaka dikutip dari Marca.

Statistik mencatat Kaka telah membukukan total 92 penampilan serta menyumbang 29 gol untuk Brasil. Catatan impresif tersebut ditorehkannya dalam kurun waktu antara akhir Januari 2002 hingga akhir Mei 2016.

Kaka juga tercatat tampil dalam tiga edisi Piala Dunia yang berbeda. Kendati demikian, ia hampir tidak memiliki menit bermain yang signifikan saat Brasil memenangi trofi tahun 2002.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Scaloni Puji Spanyol sebagai Tim Luar Biasa Tapi Argentina Ingin Meraih Kemenangan

Satu-satunya kesempatan bermain Kaka kala itu terjadi selama 18 menit dalam laga fase grup melawan Kosta Rika. Ia sebenarnya berpeluang besar untuk masuk sebagai pemain pengganti pada partai final kontra Jerman.

Pelatih Luiz Felipe Scolari sudah menginstruksikannya untuk bersiap di pinggir lapangan menjelang peluit panjang ditiup. Namun, skenario pergantian pemain tersebut urung terjadi karena bola terus bergulir di dalam lapangan pertandingan.

“Felipe memanggil saya untuk masuk. Saya menunggu lima atau tujuh menit di pinggir lapangan, tetapi bola tidak keluar dari permainan. Saat pertandingan usai, saya kembali ke bangku cadangan, mengambil bendera negara, dan mulai merayakannya,” ucapnya.

Baca Juga: Persija Jalani Program Pemusatan Latihan di Thailand, Shin Tae-yong Bantah Absen di Piala Presiden

“Itu menjadi sebuah berkah. Hal itu mengubah hidup dan karier saya. Saya menghabiskan 52 hari hidup bersama para 20pemain terbaik dunia dan belajar dari mereka,” ia menambahkan.

Mantan peraih Ballon d'Or itu menegaskan atmosfer final menuntut kemampuan pengelolaan mental yang luar biasa. Ketegangan psikologis menjelang laga puncak diakuinya menjadi tantangan terberat yang harus ditaklukkan setiap pemain.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Marca

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB
X