SportlinkNews - Borussia Dortmund dalam tekanan saat menjamu Barcelona pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA, Selasa 15 April 2025 atau Rabu dini hari WIB.
Barcelona sudah satu kaki di semifinal setelah memenangkan leg pertama dengan skor 4-0, tapi bisakah BVB mengamankan comeback bersejarah?
Barcelona diprediksi akan menindaklanjuti kesuksesan leg pertama mereka dengan kemenangan di Dortmund oleh superkomputer Opta.
Raphinha (12 gol) dan Robert Lewandowski (11), Barcelona memiliki dua pencetak gol terbanyak musim ini di Liga Champions UEFA.
Baca Juga: Leganes 0-1 Barcelona: Untung Jorge Saenz Bunuh Diri
Borussia Dortmund belum pernah mengalahkan Barcelona dalam pertandingan kompetitif dalam enam percobaan sebelumnya (K4, S2).
Borussia Dortmund menuju leg kedua perempat final Liga Champions UEFA melawan Barcelona dengan defisit empat gol setelah kekalahan telak minggu lalu di Spanyol.
Comeback sangat tidak mungkin terjadi, tapi pernah terjadi sebelumnya di Liga Champions, dan itu terjadi dalam pertandingan yang melibatkan Barca.
Kekalahan BVB Dortmund dalam pertandingan sebelumnya adalah yang ke-160 kalinya sebuah tim kalah dengan selisih 4+ gol di leg pertama babak sistem gugur Piala Eropa/Liga Champions.
Baca Juga: Lewandowski Dipuji Setara Ronaldo, Jadi Contoh Profesionalisme di Usia Senja
Dari 159 pertandingan sebelumnya, hanya satu tim yang berhasil lolos dari leg kedua: Barcelona versus Paris Saint-Germain di babak 16 besar pada 2016-17 (kalah 4-0 di leg pertama, menang 6-1 di leg kedua).
Jika mengatasi defisit empat gol saja tidak cukup sulit, Dortmund harus melakukannya melawan klub yang belum pernah mereka kalahkan sebelumnya.
Mereka belum pernah menang dalam enam pertemuan sebelumnya dengan Barcelona dalam pertandingan kompetitif.
Baca Juga: Kisah Emosional Mees Hilgers: Dari Akar Indonesia hingga Membela Merah Putih
Jika gagal menang di sini, itu akan menjadi rekor tanpa kemenangan terpanjang mereka melawan lawan di Eropa bersama dengan rekor tujuh pertandingan melawan klub Skotlandia Rangers antara tahun 1966 dan 1999.