Di sisi lain, Inter Milan justru tengah mengalami periode sulit.
Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Hadapi India, Kekuatan Ganda Jadi Andalan Indonesia
Lautaro Martinez dan rekan-rekannya tercatat menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Rentetan hasil negatif itu membuat posisi Inter menjadi jauh dari ideal.
Dari sebelumnya berpeluang meraih treble winner, kini La Beneamata harus menelan kenyataan pahit setelah tersingkir dari Coppa Italia dan kehilangan puncak klasemen di Serie A.
Baca Juga: Beckham Putra dan Ciro Alves Jalani Pemulihan, Persib Tetap Optimistis Lawan Malut United
Dengan kondisi ini, Liga Champions menjadi satu-satunya peluang tersisa bagi Inter untuk mengangkat trofi musim ini.
Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak mudah.
Barcelona, yang saat ini dilatih Hansi Flick, sedang dalam misi besar meraih quadruple setelah sebelumnya sukses menjuarai Piala Super Spanyol dan Copa del Rey.
Dalam kondisi tersebut, Inter Milan dituntut untuk segera bangkit dan menunjukkan karakter sejatinya di hadapan tekanan besar di Stadion Olimpiade Lluis Companys.
Misi berat menanti, tetapi Inzaghi tetap percaya pada kemampuan pasukannya untuk menciptakan kejutan.