sepak-bola

PSSI Buka Peluang Wasit Asing Pimpin Empat Laga Sisa di Akhir Musim, Asalkan...

Selasa, 29 April 2025 | 22:24 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

SportlinkNews - Aroma persaingan tim-tim papan bawah untuk menghindari zona degradasi semakin memanas jelang empat laga sisa Liga 1 2024/2025.

Panasnya hawa pertandingan membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) meminta penugasan wasit asing di sisa laga tersebut.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan bahwa PSSI pada prinsipnya sangat terbuka akan permintaan tersebut.

Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Kemenangan Lanny/Fadia, Loloskan Indonesia ke Fase Gugur

Namun pihaknya juga menekankan perencanaan tersebut jangan mendadak.

"Kita terbuka, jadi semua yang diminta Liga kita support, asalkan tidak mendadak. Karena ini (dadakan) jangan jadi kebiasaan baru," kata Erick kepada media di Menara Danareksa, Selasa, 29 April 2025.

Erick mengingatkan bahwa penggunaan wasit asing tidak bisa dijadikan solusi jangka pendek setiap kali kompetisi memasuki fase genting.

Baca Juga: Chelsea FC Gandeng Ticketmaster, Perkenalkan Tiket Digital Mulai Musim 2025-2026

Menurutnya, kepercayaan terhadap kualitas wasit lokal lah yang harus ditingkatkan.

"Kita harus percaya kualitas wasit kita. Dan tadi yang saya bilang, kalau ada yang berani match fixing kita gigit," tegasnya.

Tapi, dia mempersilakan kalau memang penggunaan wasit asing bisa meminalisir adanya indikasi pengaturan skor.

Baca Juga: Selfie Mohamed Salah dengan Fans Viral, Google Pixel Kecipratan Momen Ikonik

"Kalau memang hasilnya fair, its oke. Contoh Semen Padang bisa menang dua kali, bahkan lawan Persija 2-0. Artinya klub-klub lain juga punya peluang menghasilkan rekor positif selama tidak ada match fixing," ungkap Menteri BUMN tersebut.

Erick menilai, bahwa persaingan ketat di papan bawah pada musim ini, dengan masih ada enam tim yang berjuang tak terlempar ke zona degradasi menandakan kompetisi menjadi semakin menarik, serta kompetitif.

Ada semangat klub yang mau berjuang untuk bertahan di Liga 1. 

"Ini lagi seru-serunya. Karena degradasi itu kayaknya enam klub masih deg-degan, bagus kan karena memuat kompetisi makin kompetitif, selama tidak ada match fixing," tegas Erick lagi.

Tags

Terkini