sepak-bola

Erick Thohir: Penggunaan APBD untuk Klub Sepak Bola Kembali Diperbolehkan, Asalkan Amatir

Selasa, 29 April 2025 | 22:58 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir di acara kerjasama dengan Djarum Foundation untuk pengembangan sepak bola putri di Indonesia, di Jakarta, 29 April 2025.

SportlinkNews - Penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung klub sepak bola kembali diperbolehkan.

Namun, Ketua Umum PSSI menegaskan bahwa itu hanya untuk klub amatir,

Penggunaan APBD tidak diizinkan untuk klub-klub profesional seperti Liga 1 dan Liga 2. Ini berbenturan dengan regulasi club licensing dan berpotensi menimbulkan praktik koruptif.

Namun, untuk klub-klub di level amatir seperti Liga 3 dan Liga 4, penggunaan APBD justru dinilai sah dan relevan untuk mendukung pembinaan akar rumput.

Baca Juga: Jelang Dua Laga Sisa Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia akan Gelar TC Lebih Awal

Bahkan, pihaknya akan mendorong aturan baru ini secara resmi bisa diterapkan mulai Juni mendatang.

"Boleh, tapi untuk amatir. Liga 1, Liga 2 tidak boleh karena ada klub licensing yang melarang, dan itu nanti jadi koruptif. Tapi kalau amatir, silakan, apalagi Liga 3, Liga 4 yang biasanya biayanya cuma Rp2 miliar dan bermain di kota-kota kecil," ujar Erick kepada media di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa, 29 April 2025.

Erick pun mencontohnya adanya potensi menarik dari kompetisi amatir di level lokal.

Baca Juga: PSSI Buka Peluang Wasit Asing Pimpin Empat Laga Sisa di Akhir Musim, Asalkan...

Misalnya, antar kecamatan dalam satu kota hingga perwakilan wilayah seperti Jakarta Timur, Barat, dan Kepulauan Seribu.

Format ini, menurutnya, bisa menghidupkan semangat sepak bola di masyarakat dan menjadi jalur pembinaan pemain muda yang terstruktur.

"Misalnya, tim dari Kecamatan Tebet lawan Pasar Minggu, seru kan? Nanti perwakilan Jakarta Timur, Jakarta Utara, lawan Kepulauan Seribu. Itu bisa jadi bagian dari Liga Nasional, Liga 3, tapi amatir ya," ucap Erick menegaskan lagi.

Dia kembali mengingatkan akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan sepak bola profesional dan pembinaan di level akar rumput.

Baca Juga: Piala Sudirman 2025: Kemenangan Lanny/Fadia, Loloskan Indonesia ke Fase Gugur

Erick menolak gagasan bahwa perhatian hanya diberikan kepada klub-klub besar dan kompetisi elite.

"Kita jangan terjebak pada superklub dan malah membunuh amatir. Saya nggak mau," tukasnya.  

"Saya percaya pembangunan sepak bola itu harus seimbang. Antara investasi besar dan pembinaan masyarakat," tambah Erick kemudian.

Tags

Terkini

Calvin Verdonk Tinggalkan Timnas Indonesia

Kamis, 4 Juni 2026 | 09:27 WIB

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB