Torres berlari ke arah sundulan Raphinha setelah menerima umpan silang melengkung akurat dari Pedri. Skor imbang 2-2 hingga turun minum.
Babak kedua dimulai dengan lebih terkendali, tetapi tempo permainan kembali meningkat ketika Dumfries menyambut umpan sepak pojok Hakan Calhanoglu untuk mengembalikan keunggulan Inter pada menit ke-64.
Barcelona membalas dari tendangan sudut mereka sendiri semenit kemudian, bola mengarah ke Raphinha untuk melepaskan tendangan jarak jauh yang membentur mistar gawang sebelum memantul masuk ke gawang Sommer.
Baca Juga: Ousmane Dembele Mempermalukan Arsenal di Depan Pendukungnya, Ini Data dan Fakta Menarik Lainnya
Inter tampaknya kembali unggul ketika Henrikh Mkhitaryan mencetak gol pada menit ke-75 tetapi bendera offside membuat pertandingan ini berakhir imbang.
Usai pertandingan, pelatih Barcelona, Hansi Flick menyebutkan pertandingan semifinal ini sebagai "final sebelum final".
"Kami tidak mengawali dengan baik, tetapi kami langsung bangkit dalam pertandingan," ujarnya.
Baca Juga: Ugal-ugalan, Mantan Juara UFC Francis Ngannou Tewaskan Gadis 17 Tahun
"Babak kedua sangat spektakuler. Masih ada satu leg lagi dan kami harus memenangkannya. Saya rasa ini sesuai dengan deskripsi 'final sebelum final!'" tegasnya.
Sedangkan pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, mengatakan duel Barca vs Inter sebagai pertandingan yang fantastis.
"Kami menyaksikan pertandingan yang fantastis dan kami tahu bahwa semifinal itu sulit. Kami bahkan bisa menang," katanya.
Baca Juga: Adidas Luncurkan Kaus Lawas Manchester United, Penggemar Singgung Gelar Ke-20 Liverpool
"Saya sangat menyukai dampak yang diberikan pemain pengganti kami malam ini," lanjutnya.
"Para penggemar kami tahu bahwa kami telah memberikan yang terbaik di masa-masa sulit dan kami tahu bahwa Selasa akan menjadi 'final.'" tegas Inzaghi.
Raphinha, penyerang Barcelona, kepada Movistar menjelaskan, "Saat tertinggal 2-0, kami tetap tenang dan mulai berjuang untuk mengejar ketertinggalan."