SportlinkNews - Duel Barcelona vs Inter Milan memang diprediksi bakal menjadi pertandingan yang sulit bagi kedua tim, tapi jadi pertandingan yang menarik untuk disaksikan penggemar sepak bola.
Penonton disajikan pertandingan kelas dunia yang tidak saja menghibur tapi juga sarat dengan adu strategi dan bahkan perjuangan keras pemain dan pelatih di lapangan.
Publik menyaksikan gol Marcus Thuram di detik ke-30 yang menjadi gol tercepat di semifinal Liga Champions dan membuatnya tercatat dalam sejarah sepak bola Eropa.
Baca Juga: Comeback Heroik Jimmy Butler, Antar Warriors hingga ke-Semifinal
Barca sebagai tuan rumah terus melakukan tekanan kuat ke kubu Inter Milan yang bermain apik dengan sistem pertahanan yang rapi dan terorganisir dengan baik.
Gol Barca pun lahir bukan dari kesalahan pemain Inter tapi lebih pada kemampuan pemain Barca memanfaatkan peluang yang diperolehnya.
Inter menunjukkan organisasi, kualitas hebat, dan banyak keberanian melawan Barcelona.
Baca Juga: Semua Tim Balap MotoGP Lakukan Tes Resmi di Jerez, Ducati Masih yang Tercepat
Gol dari Thuram dan dua gol Dumfries membantu tim meraih hasil imbang 3-3 di leg pertama semifinal Liga Champions, dalam pertandingan ke-50 Simone Inzaghi di Liga Champions.
Ia adalah Pelatih Italia ketujuh yang mencapai tonggak sejarah ini. Ia berbagi pemikirannya setelah pertandingan.
“Kami sangat puas karena kami bermain sangat baik," buka Inzaghi kepada laman resmi klub.
Baca Juga: Jelang Lawan China dan Jepang, PSSI Susun Draft Persiapan Timnas Indonesia
"Tentu saja ada sedikit penyesalan karena unggul dua gol dan gol itu dianulir, tetapi kami tahu kami bermain baik melawan tim terbaik di dunia."
"Offside? Momen-momen ini dapat membuat perbedaan, tetapi para pemain tetap fantastis, kami menunjukkan banyak kualitas dan semangat," sambungnya.