Selain itu ia juga tidak diberitahu soal posisi apa yang direncanakan untuknya di Timnas Belanda.
Pascal Struijk sebenarnya juga bisa membela Timnas Belgia. Tapi dengan tegas ia menolaknya dan kemudian membuka pintu untuk Timnas Indonesia.
Bek tengah Leeds United itu secara tegas menolak memperkuat timnas Belgia, dan hingga kini belum juga dilirik oleh timnas Belanda.
Situasi ini membuka peluang emas bagi timnas Indonesia untuk memanfaatkan celah dan memboyongnya ke skuat garuda.
Pascal Struijk yang lahir di Belgia itu memiliki latar belakang multinasional, dan ia memenuhi syarat membela tiga tim nasional sekaligus Belgia, Belanda dan Indonesia.
Namun sejak awal karirnya ia sudah menyatakan ketegasan untuk hanya memilih Belanda bukan Belgia.
Baca Juga: Real Betis 2-1 Fiorentina: Ranieri Memberi Viola Harapan
Kini pilihannya sudah jelas dan tidak akan berubah lagi pernyataan itu sempat menutup peluang negara lain termasuk Indonesia untuk merekrutnya.
Namun waktu dan situasi tampaknya mulai mengubah dinamika dalam wawancara bersama Leeds United, ia mengaku bahwa dirinya punya darah Indonesia dan mulai menyadari perhatian dari tanah leluhur.
“Entah bagaimana mereka tahu saya berdarah Indonesia, kadang saya merasa seperti orang Indonesia kadang tidak, saya punya hubungan melalui kakek nenek saya dari Hindia Belanda,” kata Pascal Struijk.
Baca Juga: Djurgarden 1 Chelsea 4: Nicolas Jackson Cetak 2 Gol Dalam 6 Menit di Lapangan Jelek
Salah satu hal yang memperkuat kemungkinan naturalisasi Pascal Struijk dalah latar belakang keluarganya sang kakek dari pihak ibu Peter W Muller berasal dari Surabaya Jawa Timur.
Sesuai regulasi FIFA pemain yang memiliki garis keturunan langsung dari negara tertentu bisa memperkuat timnas negara tersebut.
Fakta ini menjadi modal besar bagi PSSI yang kini giat mencari pemain diaspora berkualitas untuk memperkuat skuad Timnas Indonesia.