SportlinkNews - Demi terus membangun dan mengembangkan transformasi sistem pembinaan sepak bola nasional, PSSI menggelar Program pelatihan Garuda Academy Core 2.0 di Jakarta.
Garuda Academy Core 2.0 merupakan lanjutan dari program pelatihan Core 1.0, yang digagas PSSI bekerja sama dengan FIFA.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas manajemen sepak bola Indonesia, khususnya di luar lapangan.
Baca Juga: Dihadiri KONI Pusat, Rakerprov KONI Kaltara Hasilkan Tiga Rekomendasi
Program pelatihan Garuda Academy Core 2.0 diawali dengan sesi kelas daring yang diselenggarakan, Sabtu 21 Juni 2025.
Adapun perbedaan mendasar antara Core 1.0 dan Core 2.0 terlihat dari struktur dan metode penyelenggaraan. Core 2.0 diikuti 84 peserta terpilih, sedangkan Core 1.0 diikuti 105 peserta.
Jika pada Core 1.0 peserta dibagi dalam tiga kelas terpisah, di edisi kedua ini seluruh peserta digabung dalam satu kelas besar guna mendorong kolaborasi dan diskusi lintas latar belakang.
Baca Juga: Suporter Indonesia Juara Pertama Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Core 2.0 akan disertai kelas tatap muka yang diselenggarakan pada 4–6 Juli 2025, di Mandiri University, Jakarta Barat.
Kegiatan dalam kelas tatap muka meliputi sesi langsung bersama narasumber, penulisan esai individu dan ujian, serta kegiatan “Fun Football” sebagai bentuk interaksi aktif peserta.
Adapun modul pelatihan yang akan dipelajari peserta Core 2.0 meliputi Operasi Media, Operasi Siaran, Promosi Digital, Aktivasi Sponsor, dan Manajemen Penonton.
Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia, Marsal Masita, menyampaikan program ini menjadi tonggak penting bagi masa depan sepak bola Indonesia.
"Garuda Academy adalah bagian krusial dalam membangun sepak bola Indonesia. Selamat kepada 84 peserta terbaik yang telah terpilih untuk mengikuti fase kedua ini," ujar Marsal.
Tom Gorissen selaku Direktur Anggota Asosiasi FIFA mengapresiasi komitmen PSSI dalam membangun kompetensi manajerial sepak bola nasional.