SportlinkNews - Pengumuman skuat final Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025 kembali memunculkan berbagai penilaian, termasuk dari internal PSSI.
Wakil Ketua Umum I PSSI, Zainuddin Amali, menyebut keputusan pelatih Indra Sjafri dalam memilih waktu untuk pengumuman pemain sepenuhnya merupakan strategi teknis yang sengaja tidak ia intervensi.
Menurutnya, urusan komposisi tim adalah ranah penuh pelatih, dan PSSI memberikan kepercayaan total pada proses tersebut.
Baca Juga: Tampil Lebih Baik dari Musim Lalu, Pedro Acosta: Saatnya akan Tiba Cepat atau Lambat
"Karena itu sudah teknis, saya tidak masuk terlalu jauh. Itu kewenangan pelatih, dan kami percayakan kepada coach Indra," ujar Amali di Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
Meski begitu, Amali tetap menyoroti pola pemilihan pemain yang dilakukan Indra. Menurutnya, mantan Direktur Teknik PSSI tersebut memiliki kecerdikan dalam menyusun skuad, terutama mengingat opsi pemain yang terbatas.
Jika menilik komposisi final, ia menilai tim tidak jauh berbeda dengan skuat yang tampil pada dua uji coba internasional melawan India dan Mali.
Baca Juga: Khamzat Chimaev Sindir Nassourdine Imavov, Isyaratkan Duel UFC Setelah Ramadan
"Tidak berbeda jauh dari skuad saat melawan Mali dan India. Intinya ada di situ. Hanya saja pintarnya dia adalah mencoba beberapa variasi," kata Amali.
Salah satu hal yang ia nilai menarik adalah keberadaan tiga penjaga gawang dalam tim. Menurut Amali, itu memberi gambaran bahwa Indra sudah memetakan 20 pemain lainnya dalam kombinasi yang saling melengkapi.
"Kalau lihat pemain, coach Indra bawa tiga kiper. Artinya, ada 20 pemain yang pasti sudah dipasang-pasangkan olehnya. Jadi kalau ada yang cedera, penggantinya sudah jelas. Coba lihat saja," tambahnya.
Baca Juga: Pembalap Honda Johann Zarco Kritik Sistem Radio MotoGP
Tetap waspada
Mengenai pembagian grup yang kini hanya diisi Filipina dan Myanmar sebagai lawan Indonesia, Amali menilai peluang menuju medali emas semakin lebar. Namun ia mengingatkan bahwa format grup kecil tidak menjamin jalan yang mulus.
"Dulu juga seperti ini, tapi kita malah ditahan imbang Laos. Jadi harus hati-hati," tegasnya.
Menurut Amali, komposisi grup yang ramping justru bisa membantu Timnas U-22 memaksimalkan fokus sejak pertandingan pertama. Namun konsentrasi dan konsistensi tetap menjadi kunci agar Indonesia tidak lengah.