Selain itu, kemampuan bersaing memperebutkan bola tinggi dari kiper Nguyen Van Viet (1,81m) dan Quan Van Chuan (1,80m) juga meredakan kekhawatiran hilangnya tinggi badan Vietnam U23.
Baca Juga: Roger Federer dan Barilla Berakhir dengan Munculnya Coco Gauff
Saat memimpin tim Vietnam dan Vietnam U-23, pelatih Troussier tidak terlalu mementingkan kebugaran fisik anak didiknya, bahkan di posisi bek tengah.
Oleh karena itu, pelatih Troussier memprioritaskan pemain dengan kemampuan mengoper bola secara akurat untuk melancarkan permainan penguasaan bola. Namun saat mengambil alih tim Vietnam U23, pelatih Hoang Anh Tuan langsung berubah. Dan 3/5 perubahan terjadi di pertahanan dengan gelandang Thanh Khai, Manh Hung dan Le Nguyen Hoang.
Thanh Khai memiliki tinggi badan terbaik di antara bek tengah, menjanjikan untuk menjadi pilihan bagus melawan bola tinggi di samping Luong Duy Cuong.
Sementara itu, meski tinggi badannya di bawah 1,8m, gelandang Le Nguyen Hoang, Tran Quang Thinh, dan Duc Anh punya kemampuan membaca permainan dan menilai situasi dengan baik. Ngoc Thang dan Manh Hung sedang berselisih paham.
Bergantung pada masing-masing lawan, pelatih Hoang Anh Tuan akan memilih bek tengah yang cocok untuk membentuk pertahanan yang solid. Hasil imbang 0-0 baru-baru ini dengan Jordan U23 dalam 90 menit (kalah dalam tendangan ekstra 11m) adalah contohnya.
Pelatih Hoang Anh Tuan tidak terlalu khawatir ketika mengatakan: "Tinggi badan yang rendah juga menjadi perhatian, tapi itu bukan masalah utama yang perlu diselesaikan oleh Vietnam U23. Yang penting adalah seluruh tim perlu memiliki landasan fisik." baik serta kekompakan dalam berkompetisi, dari situ kita bisa menonjolkan kelebihan masing-masing individu dan mengatasi kelebihan lawan."
Timnas U-23 Vietnam pernah menerima gol dari bola-bola tinggi. Namun penting bagi Vietnam untuk menganalisis dari mana tujuan tersebut berasal dan dari posisi mana tujuan tersebut berasal untuk menemukan cara memperbaikinya.*