- M. Nigara
Wartawan Sepak Bola Senior
SportlinkNews - Ada yang menarik dalam laga akhir grup B Piala Asia U-23, 2023, Korsel vs Jepang. Meski keduanya sudah lolos ke delapan besar, tapi partai yang digelar di Stadion Jassim bin Hamad itu, bak partai final.
Kedua kubu menampilkan permainan ekstra keras, meski keduanya sudah mengantongi tiket ke perempat final. Biasanya tim yang telah lolos, di laga terakhir penyisihan grup akan menurunkan beberapa pemain pengganti. Hal ini dilakukan oleh banyak pelatih untuk menjaga kondisi pemain di laga perdelapan.
Tapi tidak dengan Korsel dan Jepang, mereka sungguh-sungguh bertarung dengan segenap kemampuan. Bahkan wasit asal Arab Saudi, Majed Alshamrani pun berulang kali terpaksa memberi peringatan keras pada kedua tim.
Baca Juga: RESMI! Timnas U-23 Indonesia akan Lawan Korea Selatan di Perempat Final Piala Asia U-23 2024
Ada dua persoalan yang sama-sama dituju oleh masing-masih pelatih. Hwang Sun Hong (Korsel) dan Go Oiwa (Jepang), keduanya menghindari Qatar dan lebih memilih bertemu Indonesia.
Qatar seperti kita saksikan saat bertemu dengan Indonesia dalam laga awal grup A. Kemenangan mereka 2-0 atas Garuda Muda dicederai oleh sikap wasit Nasrullo Kabirov (Tajikistan).
Kasat mata wasit yang di negaranya, kabarnya, sering bermasalah, benar-benar berat sebelah. Kesannya setiap langkah Kabirov, selalu menguntungkan tuan rumah. Hal ini menjadi perhatian negara- negara peserta.
Baca Juga: Erick Thohir Beri Kode Keras Kepada Shin Tae-Yong
Jika bisa menghindari, lebih baik tidak bertemu dengan tim tuan rumah. Dan, tujuan kedua bisa bertemu Indonesia yang pasti masih dianggap lebih mudah untuk dikalahkan.
Benarkah lebih mudah? Pasti tidak akan semudah seperti sebelum 2019. Ya, data mencatatnya seperti itu. Dari 57 pertemuan, kita hanya 6 kali menang, 8 imbang, dan 43 kalah.
Pertemuan pertama kali di tahun 1953 di Jakarta dalam Friendly Match, kita kalah 3-5. Tapi 1962 dan 1968, kita berhasil membukukan kemenangan di laga Merdeka Tournament, 3-0 serta 4-2.
Baca Juga: Adidas Jadi Tuan Rumah Euro Style Cup 24
Dua kali kita kalah dengan skor mencolok 0-6 dan 1-7, sementara kalah 0-4 beberapa kali, juga kalah 0-5. Ini adalah tim senior. Sementara data tim under 23, tidak tercopy dengan baik.
Yang tidak terdata, kita juga pernah mengalahkan Korsel di final Coca Cola Asia-Pasific U-15, di Jakarta 1989. Di semifinal kita menang 4-1 atas Cina dan menang 2-1 atas Korsel di final. Tapi jangan didalami, atas nama bangsa dan negara, kami wartawan saat itu tidak boleh menampilkan profil pemain secara utuh.