SportlinkNews - Austria menjadi kuda hitam pada pergelaran Euro 2024. Bersama Turki, kedua tim akan mengadu strategi dan kekuatan untuk memenangkan tiket ke perempat final Euro 2024.
Tim asuhan Ralf Rangnick memiliki sejarah saat mereka menghadapi Turki dengan kemenangan 6-1 pada laga persahabatan tiga bulan lalu.
Bagi mereka yang mengikuti karier Rangnick, hal itu bukanlah kejutan. Pelatih berusia 66 tahun ini bisa dibilang salah satu pelatih paling berpengaruh di era modern.
Baca Juga: Jelang Laga Euro 2024 Austria vs Turki: Momentum Balas Dendam Pasukan Vincenzo Montella
Saat ini Rangnick sedang menuai hasil dari benih yang dia tabur di Austria melalui level klub.
Khususnya, dalam perannya sebagai direktur olahraga, kesuksesan Austria dibangun berdasarkan visi klub sepak bola yang ia ciptakan selama menjadi pelatih di Jerman.
Alhasil, sepak bola Austria mengikuti pola tersebut dalam membentuk identitasnya dengan gaya permainan intensitas dan tekanan tinggi.
Baca Juga: Data dan Fakta Grup D Euro 2024: Jegal Belanda, Austria Ulangi Kemenangan 34 Tahun Silam
Ralf Rangnick memiliki tangan dingin dalam mengembangkan tim nasionalnya. Gelandang Konrad Laimer mengatakan, Rangnick memberi ruang bagi pemainnya untuk melakukan kesalahan.
"Di satu sisi, dia memberi kami ruang untuk melakukan kesalahan. Dan, di sisi lain, ambisi dan ide sepak bolanya sangat cocok dengan tim kami."
"Selama bertahun-tahun, Anda bisa melihat kami terus menjadi lebih baik karena kami punya tujuan yang jelas, rencana dan rasa saling percaya."
Baca Juga: Ralf Rangnick Bongkar Rahasia Austria Taklukkan Belanda, Rombak 4 Pilar
"Kita lihat saja ke mana perjalanan ini akan membawa kita," ungkapnya.
Rangnick telah menanamkan keyakinan bahwa Austria bisa menandingi tim elit Eropa, dan dia bahkan bisa mendapatkan yang terbaik dari pemain yang mungkin tampak tidak cocok, seperti Marko Arnautovic.