sepak-bola

Catatan Sepak Bola: Sinar Lamine Yamal Cemerlang di Euro 2024

Rabu, 10 Juli 2024 | 11:48 WIB
Lamine Yamal terus menjadi pemain penting bagi Spanyol. (marca)

Maklum, saat ini banyak sekali pengamat muda yang keren-keren, meski ada juga yang mengaku pengamat, sesungguhnta belum teruji. Di bilang wartawan sepak bola, belum genap dua tahun, dan liputannya pun global.

Disebut pembina, ya gak ada tim yang dibina. Aaah, sudahlah, maafkan saya ya brader-brader.

Kebahagian Ganda 
Keberhasilan Spanyol di semifinal yang dimainkan di Allianz Arena Stadion, Munich, membuat kebahagiaan saya berganda.

Pertama, seperti dialog saya dengan brader Yes, jadi kenyataan. Kedua, pahlawan Spanyol bernama Lamine Yamal, pemain sayap termuda sepanjang sejarah Piala Eropa, bahkan Piala Dunia.

Baca Juga: Habla! Habla! Kata Lamine Yamal Balas Tantangan Bek Prancis Adrien Rabiot

Lahir di Esplugues de Liobregat, Spanyol, 13 Juli 2007, usianya 16 tahun 362 hari. Pele tampil di Piala Dunia 1958 ketika usianya 17 tahun lebih 7 bulan, kala itu menjadi pemain termuda.

Tidak hanya itu, keduanya tampil sangat istimewa. Bahkan Pele terbukti menjadi bintang dunia, sementara Yamal, masih kita tunggu akankah sinarnya terus menyala, atau...

Tidak hanya itu, kesuksesan Spanyol dan Yamal, seolah ingin (saya tak bosan menuliskannya) membuka mata kita 'para penggila' dan pendukung timnas Garuda, bahwa batas dunia sudah nyaris terhapus. Lho, kok?

Baca Juga: Wanita Ternyata Punya Kelebihan Ini Dibanding Pria di Perairan Terbuka

Ya, kesuksesan Yamal di timnas Spanyol jelas bukti bahwa siapa pun, bukan hanya Skuad Garuda, bisa memperkuat negara mana pun juga. Tidak hanya sepak bola, bahkan banyak pemimpin, Presiden atau Perdana Menteri yang bukan orang asli dari negara yang dipimpinannya.

Peru, pernah dipimpin Alberto Fujimori, 1992-2000. Meski lahir dan besar di Lima, ibukota negara itu, tetapi Fujimori asli lahir dari bapak-ibu Jepang yang bermigrasi ke Peru.

Lalu, negeri tetangga kita Singapura, dipimpin oleh seorang Perdana Menteri terlama, Lee Kuan Yew, 1959-1990. Ayah dan ibunya, asli orang Semarang yang berpindah ke semenanjung Malaya, selepas Inggris dan Jepang menguasai negeri itu, Singapura bergabung dengan Malaysia.

Baca Juga: Messi Ukir Rekor Gol di Copa America, tapi Masih Jauh dari Ronaldo

Lalu, 9 Agustus 1965, Singapura mendeklarasikan kemerdekaannya. Dari sana, kita bisa melihat bahwa pesepakbola tidaklah haram untuk memperkuat negara mana pun sepanjang regulasi terpenuhi.

Begitu juga para pemain keturunan yang sudah memiliki Paspor RI, mereka sah sebagai para pejuang yang akan membela merah-putih di kancah mana pun.

Halaman:

Tags

Terkini

Nasib Tragis N'Golo Kante di Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:17 WIB

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB